thank's for coming, and can you be my member? XD 항상 거기: sinopsis Drama Korea Pinocchio eps. 1

2/05/2015

sinopsis Drama Korea Pinocchio eps. 1

                                           

New SBS drama Pinocchio tayang 12 November kemarin dan karena sub indonya cukup cepat keluar, jadi saia sudah menonton episode pertamanya tepat sebelum menuliskan postingan ini. Dan alasan kenapa aku ingin menulisnya adalah karena aku tidak akan membuat sinopsisnya tapi aku benar-benar menyukai episode pertama drama ini. Satu jam sama sekali tidak terasa dan mengalir seperti air. Yeah. My First Impression is Very Good!

Pinocchio atau Pinokio adalah tokoh dongeng, seorang boneka kayu yang bisa hidup dan hidungnya akan panjang apabila berbohong. Dalam drama ini 'sindrom pinokio' adalah sindrom dimana apabila seseorang berbohong, maka ia akan cegukan. Menarik.
Dan yang mengalami sindrom pinokio, sejak awal aku tahu kalau tokoh utama wanita yang diperankan oleh Park Shin Hye akan mengalaminya, tapi ternyata episode 1 benar-benar erat pada sindrom Pinokio.

Episode pertama dibuka dengan tahun 2005, dimana sebuah sekolah mengumumkan bahwa jam 1 akan ada penampilan kuis di sebuah stasiun TV dimana salah satu siswa sekolah mereka akan bertanding. Chan Soo, siswa terpintar sekolahnya yang menjadi juara pertama minggu lalu. Kelas Chan Soo menonton pertandingan kuis itu dan meniadakan pelajaran.

Choi In Ha (Park Shin Hye) ada dikelas yang sama dengan Chan Soo. Dan kelas tersebut juga kehilangan seorang siswa yang membolos, Choi Dal Po (Lee Jong Suk).

Tentu saja semua orang terkejut saat mengetahui kalau lawan Chan Soo berikutnya adalah Choi Dal Po. Ia mendaftakan diri untuk ikut kuis yang sama dan akan melawan Chan Soo.

Dal Po bukan siswa pintar, ia rangking ke 34 di kelasnya dari 34 siswa. Karena ini sebuah kuis, maka sebenarnya pihak produksi ingin yang pntar lawan yang pintar, karenanya seorang produser memarahi anggotanya yang memilih  Dal Po.
Tapi Dal Po kali ini berbeda, ia yakin kalau dirinya akan menang. Sebelum bisa menantang Chan Soo, Dal Po harus menjawab 5 pertanyaan dengan benar. Semua orang mengejeknya karena pada pertanyaan pertama ia malah sudah menggunakan bantuan pertama untuk bertanya pada temannya, yang tak lain adalah Chan soo. Ia ingin Chan Soo membantunya menjawab. Semua orang mentertawakannya. Tapi Dal Po malah menggunakan kesempatan itu untuk menantang Chan Soo jika ia menang, maka ia akan memukul Chan Soo 10 kali, begitu juga sebaliknya.

Sikap percaya diri Chan Soo menunjukkan kalau ia pintar. Makanya teman-temannya yang menonton juga keheranan. Tapi dalam kuis ini, saat pertanyaan kedua, tentang sindrom pinokio. Ia mengatakan salah seorang temannya mengidap sindrom pinokio, tapi berbeda dari kebanyakan penderita yang biasanya terganggu hubungan sosialnya, temannya ini malah suka bergaul dan terkenal dengan julukan nenek sihir blak blakan.
Tentu saja itu adalah In Ha. Semua teman sekelasnya tahu kalau Dal Po membicarakan In Ha. In Ha kesal sekali.

Dal Po yang berhasil menjawab Pinokio mengingat kembali masa lalunya yang cukup menyedihkan. Sangat menyedihkan.
Dal Po kecil bernama Ki Ha Myung. Ayah Ha Myung adalah pemadam kebakaran, ibunya ibu rumah tangga dan ia punya seorang kakak bernama Ki Jae Myung. Ha Myung sejak kecil sangat pintar. Ia bisa berhitung dengan cepat dan membuat ayahnya bangga padanya. Ayah Ha Myung orang yang ramah dan penyayang pada anggota tim pemadam kebakarannya, karena ia ketuanya. Ia juga dekat dengan nenek sebelah rumahnya, yang cucunya mengidap sindrom pinokio.

Suatu hari sebuah kebakaran terjadi. Tim ayah Ha Myung pergi kesana untuk memadamkan api. Salah seorang korban yang berhasil selamat mengatakan ada 2 orang temannya yang masih ada di dalam. Jadi tim Ayah Ha Myung masuk ke dalam gedung yang terbakar untuk menyelamatkan.

Dan ternyata 2 orang yang didalam itu sudah keluar dari gedung dan menemui korban pertama tadi. TApi mereka diam saja, tak mengatakan kalau sudah tak ada orang didalam gedung, dan lagi 2 orang itu adalah penyebab kebakaran.
Ayah Ha Myung dan timnya terus mencari di tengah kobaran api dan Ayah Ha Myung ternyata membuka sebuah pintu tempat penyimpanan bahan bakar sehingga meledak. Kebakaran makin besar.

Keesokan harinya 9 pemadam kebakaran ditemukan tewas di gedung itu, sedangkan mayat Ayah Ha Myung, tidak ditemukan. Banyak reporter yang merekam kejadian itu. Dan salah seorang adalah reporter Song Chan Ok. reporter Song punya caranya sendiri untuk menarik pemirsa pada beritanya, ia membuat kejadiannya lebih tragis dari yang sseharusnya dan juga menggunakan banyak kebohongan dalam beritanya. Bahkan saat suaminya menelpon masalah surat cerai, ia malah pura-pura bicara kalau itu sumber informasi saksi dan mengatakan tempat yang salah. Reporter lain pergi ke tempat yang ia sebutakn sedangkan ia dan tim nya ke rumah sakit. Ia membohongi yang lain. Bahkan tim nya sendiri mengatakan kalau ia kejam.

Singkat cerita, di rumah sakit semua keluarga korban berkumpul dan menangis karena kehilangan anggota keluarganya, namun pihak polisi menemukan saksi mata yang melihat Ayah Ha Myung masih hidup, saksi itu adalah tetangga yang kena sindrom pinokio, artinya dia ga mungkin bohong.
Alhasil semua menyalahkan Ayah Ha Myung atas kejadian itu, kenapa ayah Ha Myung melarikan diri dan memaksa timnya untuk masuk ke dalam gedung yang terbakar itu.
Ibu Ha Myung jadi sasaran cacian dan makian begitu pula Ha Myung dan kakaknya Jae Myung.

Rumah mereka bahkan dipenuhi wartawan. Saat mereka akan berangkat ke sekolah banyak wartawan yang mewawancarai mereka berdua. TApi para wartawan ini tak tahu kondisi dan keadaan, meski katanya ayah Ha Myung selamat, sampai saat ini belum ada kabar apapun, tapi mereka dituduh menyembunyikan ayah mereka.
HA Myung yang masih SMP dan Jae Myung yang SMA tentu saja masih anak-anak dan tak tahu apa-apa, tapi para wartawan terus menanyai mereka. Yang paling parah adalah Song Chan Ok yang terus menanyai dan menyanggah semua jawaban Jae Myung. Ia mengatakan kalau Ayah Ha Myung tak bersalah kenapa melarikan diri, kenapa mereka tak mau mengatakan dimana lokasi, dan bahkan mengatakan kalau keluarga mereka senang diatas penderitaan keluarga lain.

Meski HA Myung sudah menjelaskan tak mungkin ayahnya meninggalkan tim nya dalam kobaran api itu, karena ayahnya sangat mencintai anggota timnya, dan bahkan mengingat tanggal lahir mereka semuanya, ia malah mendapatkan lemparan telur. Ditambah lagi Song Chang Ok yang menyudutkan mereka terus menerus.

Adegan ini beneran memuakkan. Jae Myung dan Ha Myung tentu tak tahu apa-apa tentang itu dan terus ditanyai seolah mereka tersangka, bahkan menyalahkan ayah mereka yang belum terbukti melarikan diri. Hanya karena ada saksi yang melihatnya. Well, saksi itu adalah poenderita pinokio yang kalau berbohong akan cegukan, saat itu saksi tidak cegukan artinya benar. Tapi dari yang aku lihat, pria itu hanya mirip saja, bukan ayah Ha Myung, si saksi mungkin salah melihat karena saat itu hujan.

Semakin hari, ulah reporter dan juga warga semakin menjadi, rumah mereka terus dilempari telur dan batu. Dan lagi, stasiun TV benar-benar menampilkan adegan saat Jae Myung marah, karena Chan Ok memaksa tim editing hanya memblur wajah Jae Myung dan Ha Myung. Demi menaikkan rating, mereka harus melakukan itu. Meski pihak editing ragu, karena belum pasti ayah Ha Myung mati, tapi Chan Ok bersikeras karena sekarang publik membutuhkan sesoerang untuk disalahkan. Itu lah stasiun TV dimana Chan Ok bekerja menayangkan adegan Ha Myung dan Jae Myung yang membela ayahnya. Stasiun TV nya bernama MBS.
Beda dengan sebuah stasiun TV lain, ketua tim tetap bersikeras untuk tidak menayangkan bagian berita yang ada Jae Myung dan Ha Myung, meski di blur ia tak mengizinkannya sama sekali, itu stasiun TV YTN.
HA Myung menonton berita itu dan Jae Myung mematikan TV, menyuruhnya jangan menontonnya.


Singkat cerita, Ayah Ha Myung pernah berjanji membawa Ha Myung melihat kembang api, dan kebetulan saat itu ibu Ha Myung mengajaknya. Ibu Ha Myung menangis setiap hari dan apabila ditanya ia selalu mengatakan kalau ia tak menangis, Ha Myung merasa semua orang berbohong padanya.
Saat itu Ha Myung melihat kembang api bersama ibunya. Jae Yong berdiri didepan stasiun TV tempat Chan Ok bekerja untuk wawancara, ia membawa tropi penghargaan ayahnya. Ia berdiri sampai malam demi wawancara.
Ha Myung dan ibunya ke pinggir pantai untuk menyalakan kembang api. Ibu Ha Myung terlihat lain dan mengajak Ha Myung menemui ayahnya.

Keesokan harinya, di pinggir tebing dilaut ditemukan sebuah surat dan sepatu. Ha Myung dan Ibunya bunuh diri. Itu asumsi publik. Jae Myung yang mengetahui itu meradang disana. Ia begitu kesal pada reporter yang membuat semua masalah menjadi runyam, ia melempar dan menendang kamera mereka.. BAhkan disaat itu Chan Ok tidak peduli dan menyuruh kameramen merekam batu dengan sepatu Ha Myung untuk latar berita. Tentu saja Jae Myung makin meradang dan berteriak di hadapan Chan Ok, aku rasa dia akan membunuhnya. Aku akan sangat senang jika Jae Myung mau menusukkan tropi ayahnya ke Chan Ok.

5 bulan kemudian sebuah kapal berlayar menuju sebuah pulau. Choi In Ha kecil ikut dengan ayahnya kembali ke pulau tempat kakeknya tinggal setelah orang tuanya bercerai. In Ha sebenarnya tak suka ikut ayahnya, ia takut jadi anak kampung dan khawatir karena akan tinggal dengan kakeknya yang demensia. Ia sangat menyukai ibunya. Tapi kenapa ia mau saja ikut dengan ayahnya ya?
Sesampainya di rumah kakeknya, iadan ayahnya membungkuk dan ngobrol. Kakek terlihat sangat sehat dan keduanya terkejut karena kakek sedang menunggu seseorang yang ia sebut kakak ayah In Ha.
Ayah In Ha heran, karena kakaknya Dal Po sudah meninggal lama.

Dan Ha mYung kecil terlihat menaiki sepeda dengan gerobaknya ke rumah kakek itu dan kakek memanggilnya Dal Po. Kakek mengatakan kalau Dal Po adalah kakak ayah In Ha dan paman In Ha. Tentu saja ayah In Ha menentangnya tapi Ha Myung yang kini menjadi Dal Po ikutan memanggil ayah In Ha adik dan In Ha keponakannya.
Ayah In Ha tidak suka akan hal itu dan mereka membahasnya membuat kakek pingsan karena teringat anaknya yang meninggal. HA Myung menjelaskan kalau ia selama ini menerima menjadi Dal Po untuk kebaikan kakek. KAkek menemukannya mengapung di laut dan menyelamatkannya, kakek menyangka Ha Myung adalah Dal Po.Kakek akan pingsan jika mengingat tentang Dal Po yang meninggal, makanya lebih baik ia berpura-pura menjadi Dal Po. Lagi pula tak ada yang dirugikan dalam hal ini.

Meski tetap tak setuju, akhirnya In Ha dan ayahnya menyetujui karena Dal Po mengatakan ia hanya akan berpura-pura sampai kakek sembuh.
In Ha yang sangat menyukai ibunya ingin menonton TV untuk melihat ibunya di TV, tapi ayahnya selalu marah saat ia mengungkit tentang ibunya.
Hubungan Dal Po dan In Ha perlahan mulai dekat sejak mereka berdua makan ubi panggang bersama karena In Ha sebelumnya ngambek pada ayahnya yang tak menyukai kalau ia membicarakan ibunya., jadi ia mogok makan. Ia kelaparan dan mencari makanan di dapur dan menemukan Dal Po sedang memanggang ubi jalar.
Saat itu, Dal Po tahu kalau In Ha terkena sindrom pinokio, karena ia akan cegukan kalau berbohong.

In Ha yang merindukan ibunya mencuri HP ayahnya untuk mengirim sms pada ibunya. Dal Po sendiri memperbaiki antena TV agar In Ha bisa menonton TV kemudian menjemput In Ha.
Dal Po menjemput In Ha dengan sepeda gerobaknya. In Ha sangat senang kalau TV sudah hidup dan ia bisa melihat ibunya. Dal Po menawarkan akan membonceng In Ha, sayangnya In Ha terlalu berat dan akhirnya mereka berdua memutuskan berjalan kaki.

Dalam perjalan pulang, keduanya terlihat percakapan mengenai ayah Dal Po. Ia yakin ayah Dal Po orang baik dan mengatakan kalau ia ingin bertemu ayah Dal Po. Dal Po menatap In Ha karena In Ha tak segukan artinya In Ha jujur. In Ha membenarkan, ia tak bisa berbohong karena ia akan segera ketahuan. Dal Po tiba-tiba saja mencium pipi In Ha, membuat In Ha kaget. Aku juga kaget lho, karena kan ini baru episode pertama, kekkekkeke.
Itu karena Dal Po akhirnya menemukan seseorang yang jujur, ia selalu khawatir karena selama ini ia selalu hidup ditengah banyaknya kebohongan dan sangat sulit menemukan dan mengetahui kapa seseorang berbohong.

KEduanya tiba di rumah dan menonton TV. Masalah baru muncul saat Dal Po mengetahui kalau ibu In Ha ternyata reporter Song Chan Ok. DAl Po tentu saja terkejut, itu reporter yang paling ia benci dalam hidupnya, ia teringat bagaimana reporter itu menghujani banyak pertanyaan yang menyudutkan ayah yang ia cintai.
Dal Po yang shock kabur keluar rumah dan menatap In Ha dengan perasaan marah.

Ayah In Ha pulang kerja dan mencari In Ha. Dal Po yang marah mengatakan pada ayah In Ha kalau In Ha tadi mencuri HP dan mengirim sms pada ibu In Ha dan In Ha sekarang sedang menonton TV melihat ibunya (Padahal sebelumnya ia sudah berjanji tak akan memberitahu ayah In Ha).
Ayah In Ha tentu saja marah dan masuk ke rumah untuk menghancurkan TV. Dal Po masih dalam keadaan marah dan menatap dengan tajam.
Ayah In Ha memukul In Ha dan akan menghancurkan TV,. In Ha menangis keras dan memohon Dal Po untuk membantunya.
Dal Po menepis tangan In Ha dengan kasar dan mengatakan, kenapa aku harus membantumu?

Flashback berakhir.
Kembali ke arena kuis, Dal Po akan menjawab pertanyaan terakhir yang sulit, bahkan suasana kelas ramai karena tak ada yang tahu jawabannya. Chan Soo tersenyum mengejek karena Dal Po bodoh, ia yakin Dal Po tak bisa menjawabnya, namun mengejutkan, Dal Po benar menjawab pertanyaan terakhir membuat semua orang heran dan terkejut, ternyata Dal Po pintar.

Suasana kelas jadi heboh karena keterkejutan. Teman sebangku In Ha sangat kesal karena Dal Po bisa menantang Chan Soo. In Ha curiga melihat temannya itu dan mengatakan kalau temanya pasti menyukai Chan Soo karena dari tadi ia mendukung Chan Soo.
Temannya tentu saja mengatakan tidak dan menuduh In Ha yang mendukung DAl Po juga menyukai Dal Po.

In Ha tertawa dan mengatakan kenapa ia harus menyukai pria norak itu, lagian Dal Po adalah pamannya.

Temannya tak percaya dan bertanya lagi. Dengan yakin In Ha menjawab tidak.

In Ha tidak cegukan dan artinya In Ha jujur. In Ha senang dengan dirinya sendiri.

Seorang pria masuk ke stasiun penyiaran dan melihat penampilan Dal Po. Tapi ia lebih tertarik dengan wajah reporter Song Chan Ok di layar televisi. Pria itu adalah Jae Myung. Ia menatap tajam pada wajah Chan Ok di televisi. Sepertinya ia menyimpan dendam yang sangat dalam.

Dal Po berhasil menantang Chan Soo karena berhasil menjawab 5 pertanyaan. Siswa peringkat 1 vs peringkat 34 akan menjadi tontonan yang menarik.

 
In Ha menatap layar televisi dan yakin Dal Po akan menang.

Komentar :

Yeah. Penulis I Hear Your Voice memang keren. Dramanya menegangkan dan tetap ada unsur kemanusiaannya. Aku membaca komentar netizen mengenai episode pilot Pinocchio, komentarnya positif. Terutama bagian reporternya, seperti itu lah reporter sebenarnya, Mengerikan.
Mereka hanya mencari berita yang bisa mendongkrak rating, bagaimana pun caranya. Memang tidak semua reporter seperti itu, tapi kebanyakan memang begitu. Menambah-nambah berita dan membesar-besarkannya. Song Chan Ok memang sangat parah, ia tak  punya rasa kasihan sama sekali, yang penting beritanya laku. Ia bahkan tak peduli dengan Ha Myung yang masih anak-anak, tetap memasukkannya dalam berita.
Aku suka ketua stasiun TV yang satu lagi, meski pun reporetrnya meminta tayangan Ha Myung dimasukkan dia tak mau. Bagaimana pun ia tetap pada aturan jurnalistiknya.

Masalah ini cukup kompleks. Orang-orang selalu mencari orang lain untuk disalahkan. Karena itu Chan Ok berusaha membuat Ayah Ha Myung yang disalahkan atas semua kejadian ini.
Padahal belum ada bukti, tapi karena saksi adalah sindrom pinokio, jadi orang dengan mudah akan percaya padanya. Kita juga sering seperti itu, mempercayai apa yang kita lihat dan dengarkan begitu saja.
Aku merinding melihat cara Chan Ok melakukan tugasnya. Aku heran kenapa In HA sangat menyukai ibunya ini? Karena aku yakin ibunya sering meninggalkannya, makanya ayahnya yang mengurusnya.

Ha Myung tidak mati dan ini membuatku tertarik, kata kakek HA Myung ditemukan mengapung dengan pelampung, padahal malam itu mereka tak memakai pelampung. Dan itu artinya ibu HA Myung sudah mati?
Ibu Ha Myung terlalu sakit menahan banyaknya cemoohan dan juga tuduhan tak berdasar pada keluarganya.
Yang aku khawatirkan adalah Jae Myung. Aku rasa dia akan menjadi penjahatnya dalam drama ini.
Aku menunggu aksinya untuk balas dendam pada Chang Ok.

Hubungan In Ha dan Dal Po juga menarik nih. Aku rasa Dal Po masih dingin pada In Ha setelah semuanya berlalu, tapi ia tetap perhatian karena Dal Po adalah pamannya. Hehhheehheh.
In Ha ini mengidap sindrom pinokio yang cukup menjalani hidupnya dengan bebas dan tidak ada tekanan, karena itu ia dipanggil nenek sihir yang blak-blakan. Sebagian pengidap sindrom pinokio lebih mengisolasi dirinya dari pergaulan karena ia tak bisa berbohong, tapi In Ha menikmati sindromnya.
Ia terlihat ceria dan tidak tertekan dengan hal itu. Dan aku rasa Dal Po menyukainya karena hanya In Ha yang akan berkata jujur padanya.

Ayah Ha Myung tidak mungkin hidup, dia membuka pintu penyimpnan bahan bakar dan meledak. Ledakannya kuat cukup membuat tubuhnya menjadi abu. Hanya saja jika 3 pegawai pabrik tidak mengaku perbuatannya, maka nama ayah Ha Myung tidak akan bersih, tetap akan dituduh meninggalkan anak buahnya.
Aku menantikan episode 2 drama ini dan kalau ada waktu aku akan membuat review-nya lagi. Drama ini sangat menegangkan. Aku ingin tahu kearah mana jalan cerita drama ini akan berkembang :)


adopted from: http://clover-blossoms.blogspot.com/2014/11/recap-pinocchio-episode-1.html

No comments: