thank's for coming, and can you be my member? XD 항상 거기

2/05/2015

sinopsis Drama Korea Pinocchio eps. 2

They Look Like a Dwaft :)
Terkadang, yang kita inginkan tak sesuai dengan yang kita lakukan. Yang kita hindari akan selalu jadi penghalang besar. Seperti kata Dal Po, Ia berfikir seiring berjalannya waktu, perasaannya akan memudar, itu sebabnya ia bertahan disisi In Ha, tapi itu hanya alasannya agar tetap berada disamping In HA.

Aku akan menceritakan garis besar ceritanya dari yang aku tangkap setelah menonto episode 2, jadi kalau nggak lengkap nggak apa-apa ya, karena ini akan fokus pada hubungan In Ha dan Dal Po.
Jika episode pertama Pinocchio berlalu bagai angin dan tak terasa, maka episode kedua yang aku tonton, masalahnya mulai cukup kompleks.
Masih dengan sebuah kuis di stasiun TV YTN, Choi Dal Po berhasil menantang Chan Soo, temannya sendiri untuk bertanding dengannya.
Tapi cerita ini kembali ke 2 minggu sebelum pertandingan.

2 minggu yang lalu, kita melihat Dal Po dan In Ha berangkat ke sekolah bersama. In Ha merengek pada kakeknya meminta sepeda, tapi kakeknya tidak mau membelikannya dengan alasan dia masih bisa menumpang di gerobak Dal Po, pamannya.

Karena tidak ingin kakek sakit karena hubungannya dan Dal Po tidak baik, Dal Po dan In Ha berpura-pura akrab di hadapan kakek. Mereka berangkat sekolah bersama dengan gerobak Dal Po, tapi di tengah jalan Dal Po pasti meninggalkannya. HAHAHHAHAHHAHA.
Dan begitu lah setiap hari.

Dal Po dan In Ha tinggal di sebuah pulau, untuk menuju sekolah, mereka harus naik kapal menyeberangi lautan. In Ha sudah terkenal dengan kelambatannya datang ke pelabuhan karena ia harus berlari sekencang-kencangnya agar tidak terlambat kepelabuhan dan tepat waktu ke sekolah.
Dal Po sih biasa saja melihat In Ha kelelahan, karena In Ha lah yang menyuruhnya menurunkan di jalan. Keduanya sering terlibat pertengkaran dan karena itu mereka kelihatan akrab. In Ha selalu bertanya apakah Dal Po segitu membencinya dan Dal Po selalu jujur mengatakan kalau ia membenci In Ha dan mengatakan kalau In Ha musuhnya.

In Ha yang merasa dirinya akan hancur lebur kalau setiap hari harus berlari untuk keseolah mengeluh karena sampai di sekolah ia kelelahan. Chan Soo duduk disamping In Ha dan ternyata temannya In Ha juga, setidaknya Chan Soo mengobrol dengan In Ha. Kita sejak awal tahu kalau Chan Soo naksir In Ha. Chan Soo bahkan menawarkan memberikan In Ha sepeda bekas yang ada di rumahnya. In Ha amat sangat senang akan kebaikan Chan Soo meskipun sepeda itu benar-benar jelek.

 
Aku ketawa banged saat In Ha memegang tangan Chan Soo karena bahagia, dan Chan Soo terlihat sangat deg degan, wkwkwwkwkkwkwkw. Sedangkan Dal Po kelihatan tidak peduli dan malah tidur di kelas.

In Ha ini gadis yang sangat lucu. Ia yang sudah punya sepeda baru ingin balas dendam pada perlakukan Dal Po pagi itu, ia sengaja naik sepeda dengan kecang dan melewati lumpur berharap lumpur itu mengenai Dal Po yang sedang lewat. Sayangnya Dal Po menghidar dengan baik dan mengenai sebuah dokumen di tangannya dan itu adalah dokumen milik In Ha, sebuah kertas untuk masa depanmu.

 
In Ha kesal sekali karena ia kena batunya, kertasnya basah dan berlumpur, tapi ia harus tetap mengisinya. Ia memikirkan dengan baik cita-citanya, awalnya ia ingin menjadi jaksa, tapi ia membayangkan kejadian menyeramkan. Cameonya si Min Joon Gook, penjahat di I Hear Your Voice. Ia memutuskan mengganti cita-citanya menjadi seorang aktris karena saran Chan Soo.
Tapi si Dal Po mengejeknya karena ia tak akan bisa berakting dengan sindrom pinokionya. In Ha kembali membayangkan bagaimana ia akan syuting sementara ia tak bisa berbohong. Akhirnya ia menyerah lagi.

Rupanya pihak sekolah akan mendaftarkan siswanya untuk ikut kuis di YTN, dan kebetulan siswa kelas itu terpilih, tapi syaratnya mereka harus mendapat nilai terbaik saat ujian. Chan Soo menggunakan kesempatan itu untuk mengaku pada In Ha. Saat Chan Soo menunjukkan sepedanya pada In Ha yang sudah ia tambah dengan bel sepeda, Chan Soo mengatakan jika ia mendapat nilai tertinggi saat tes, maka ia akan ke seoul untuk ikut kuis dan kalau ia menang maka ia akan menyatakan cinta pada In Ha.
In Ha tentu saja kaget karena ternyata ada orang yang menyukainya, apalagi ini akan menjadi pengakuan pertama dalam hidupnya.

In Ha yang banyak pikiran gegara itu menjadi cegukan dan metode yang ia gunakan untuk meredakan pikirannya yang kalut adalah dengan bersandar di dinding dengan kepala kebawah. Lucu sekali melihatnya begitu, apalagi Dal Po ikutan melihatnya tapi Dal Po memang tak peduli sih.

Ujian pun berlangsung. In Ha dan Chan Soo sebagai 2 siswa dengan peringkat terbaik di kelas mengerjakan ujian dengan serius.
Sementara Dal Po malah tak semangat melihat soal ujian dan tertidur. Tapi kemudian ia bangkit dan mulai mengerjakan soal.
Guru memeriksa jawaban siswa di kelas dan menjadi shock karena Dal Po mendapat nilai sempuran di ujian kali ini. Siswa kelas DAl Po juga shock karena Dal po benar-benar mendapat nilai tertinggi dalam tes kali ini. Semua orang kaget tapi Dal Po biasa-biasa saja.

Siswa terbodoh tiba-tiba mendapat nilai tertinggi tentu saja menjadi gosip panas. Dan mulai lah rumor-rumor menyebar kalau Dal Po menyontek dan lain-lain. Chan Soo juga ikutan membuat rumor kalau Dal Po mencuri soal ujian karena sangat ingin mendapat peringkat pertama agar bisa ikut kuis itu.
Gosip menyebar dengan sangat cepat. Dal Po tidak peduli dengan pandangan orang-orang padanya dan cemoohan, tapi ia benra-benar tak tahan jika ada yang mengatai orang tuanya. Makanya ia emosi saat ada seorang siswa yang mengatai ayahnya, ia hampir membunuh orang itu, wow,
In Ha sendiri tidak ikut bergosip, hanya saja ia diam melihat Dal Po. Ia khawatir tapi tak tahu harus bicara apapun, ia hanya bisa melihat Dal Po dengan tatapan khawatir.

Para guru juga tak ingin Dal Po yang pergi ikut kuis, karena mereka juga berfikir Dal Po menyontek karena sangat ingin ikut kuis, ia bahkan dimarahi di luar kelas. Dal Po menjadi makin kesal karena In Ha menghindari tatapannya.

Alhasil yang ikut kuis adalah Chan Soo. Chan Soo menang karena faktor keberuntungan, karena ia juga tak yakin dengan jawabannya, hanya saja ia cepat menekan bel dan menjawab ragu tapi benar. Dan benar saja, diakhir siaran, ia menyatakan cinta pada In Ha dan disambut meriah oleh teman-temannya semua. Kecuali teman In Ha yang cewek, karena ia juga menyukai Chan Soo.
In Ha sendiri stres karena pengakuan itu dan ia banyak pikiran lagi. Ia kembali menempatkan kepalanya di bawah dan kakinya diatas. Ia teringat bagaimana Dal Po di gosipkan dan akhirnya memutuskan ia tak bisa membiarkan hal itu.

Dal Po sendiri di suruh mengaku atas perbuatan yang tidak ia lakukan oleh gurunya. Ia mengatakan kalau ia sama sekali tidak menyontek tapi gurunya bersikeras kalau Dal Po mencontek. Guru mengatakan Dal Po tak punya bukti apapun kalau ia tak mencontek dan menyuruhnya membuktikan ia tak bersalah. Dal Po kesal dan teringat kejadian saat ia kecil, hal yang sama juga di tanyakan reporter padanya, bukti bahwa ayahnya tidak bersalah dan menyuruh ia dan  kakaknya membuktikannya.
Dal Po dengan marah melihat salah satu guru perempuan disana. Ia mengatakan kalau ia bisa saja membuat gosip tentang pak guru dan guru wanita itu pacaran di kantor sekarang, menurut pak guru, apakah siswa lain akan percaya?
Guru tentu panik. Dal Po mengancam akan menyebarkannya dan menyuruh gurunya membuktikan kalau gosip yang ia buat tidak benar.
Meski Dal Po berapi-api mengatakannya, tapi ia tidak melakukannya.

Dal Po kemudian melihat In Ha panik di depan kelas dan terus cegukan. Cegukannya tak berhenti sejak penembakan oleh Chan Soo. Ia bahkan minum banyak air dan masuk ke kelas yang sedang merayakan ulang tahun atau selamatan untuk Chan Soo, ia menyemburkan air ke kue milik Chan Soo.
Pertama In Ha mengatakan ia tak bisa menerima cinta Chan Soo. Dan yang kedua ia mengatakan kalau Dal Po tidak bersalah dan tidak mencontek, jadi ia ingin teman sekelasnya meminta maaf pada Dal Po.
Tentu saja teman sekelasnya tidak mau, apalagi Chan soo, ia mengatakan kalau Dal Po yang terbodoh tak mungkin jadi yang terbaik jika tidak mencontek saat ujian.
In Ha marah dan mengatakan itu bukan bukti melainkan hanya spekulasi saja. Tak ada bukti kalau Dal Po mencontek. Tapi mereka mengatakan tak ada bukti juga kalau Dal Po tak mencontek.
In Ha menantang akan membawakan bukti itu. Dal Po yang ada diluar melihat semuanya.

Chan Soo yang cintanya di tolak tak kasihan lagi pada In Ha dan menantang kalau In Ha tak membawakan buktinya maka ia akan memukul In Ha sepuluh kali di wajah. In Ha shock. Dal Po akan menghentikan mereka saat In Ha menyetujui akan hal itu.
Karena ia percaya pada Dal Po. Tapi In Ha cegukan yang artinya ia bohong kalau ia tak takut akan di tampar. Bahkan Chan Soo tak segan memukul bola basket dengan keras sehingga In Ha makin takut dan terus cegukan.
In Ha malu dan melarikan diri.

Dal Po mencari In Ha dan menemukan In Ha duduk di tangga di belakang sekolah. in Ha masih cegukan sambil memegang pipinya, ia khawatir akan di tampar 10 kali oleh Chan Soo.
Dal Po tidak menyapanya, ia hanya tersenyum melihat In Ha yang percaya padanya.

Dal Po sedang membaca buku di halaman sekolah saat ia melihat Chan Soo yang marah menendang sepeda In Ha. Entah apa yang lepas tapi rem-nya putus. Dal Po tahu hal itu saat In Ha datang dan keduanya adu mulut lagi. DAl Po yang kesal tak mengatakan hal itu pada In Ha, ia yakin In Ha akan melihat sendiri kalau rem sepedanya lepas. Sayangnya In Ha tak melihatnya dan menaiki sepedanya. Dal Po yang khawatir mengejarnya.

Dan benar saja, rem sepeda In Ha tak berfungsi dan ia terus melaju sambil berteriak.
Dal Po mengayuh sepeda gerobaknya dengan kecepatan tinggi untuk mengejar In Ha. Dan kejar-kejaran pun terjadi, Dal Po mengambil jalan pintas agar bisa mendahului In Ha dan berhasil menyusulnya, ia berhasil menyelamatkan In Ha dari sepeda-nya dan mereka berdua terjatuh di rerumputan. Kaki In Ha terluka tapi Dal Po tak sadarkan diri dan terluka di kepalanya.

In Ha dan Dal Po sudah ada di ambulance saat In Ha terus menangis karena Dal Po tak juga siuman. Dal Po terluka di kepalanya dan In Ha menangis keras khawatir pamannya akan mati. Tapi pihak medis mengatakan luka kecil begitu tak akan membuat pasien mati.
In Ha takut pamannya yang bodoh akan makin bodoh, ia terus menangis keras. Dal Po akhirnya siuman dan heran melihat in Ha menangis, ia juga , malu karena In Ha terus mengatakan pamannya yang bodoh akan makin bodoh.
In Ha melihat Dal Po sadar dan mulai bertanya siapa dirinya dan ini angka berapa. Dal Po yang kesal menjawab tidak tahu membuat In Ha makin kahwatir dan menangis lagi. Dal Po beneran malu sekali.
HAHHAHAHAH. Aku ketawa banged karena adegan ini.

Dal Po dan In Ha turun dari ambulance. Dal Po tentu saja baik-baik saja. Ia berjalan meninggalkan In Ha yang pincang karena kakinya terluka.
Dal Po berdecak dan akhirnya mneyuruh In Ha naik ke punggungnya. Dan hasilnya adalah piggyback ride di tengah pemandangan matahari sore yang romantis.
Dan entah kenapa aku malah ingat adegan The Heirs saat Eun Sang dan Kim Tan di Amerika. HAHHAHAHHAHA.

In Ha dan DalPo pulang naik perahu. Dal Po melepaskan perbannya dan meminta plester pada In Ha. Dal Po kesulitan menempelkan plester ke keningnya dan In Ha membantunya dan mulailah terlihat bahwa Dal Po tak tenang jika skinship dengan In Ha. Kekekekeke.
Di kapal sore itu, Dal Po mengatakan pada In Ha untuk tidak takut pada Chan Soo, karena Chan Soo tak akan memukulnya.
Disana In Ha juga bertanya apakah Dal Po menjawab pertanyaan ujian sendirian, dan Dal Po mengiyakan.

Dal Po menangis saat ia membuka celengan babi-nya. Ia permisi pada ayah In Ha kalau ia akan pulang terlambat karena akan menginap di rumah temannya. Ia juga ingin agar ayah In Ha melarang kakek menonton TV hari ini. In Ha yang mengintip curiga.
In Ha bertanya pada ayahnya mau kemana pamannya. Ayah In Ha menjawab kalau Dal Po akan ke rumah pamannya. In Ha merasa makin aneh karena ia tahu betul Dal Po tak punya teman.

In Ha yang curiga masuk ke kamar Dal Po dan mulai mencari-cari hal-hal yang aneh. Ia menemukan sebuah buku yang menurutnya tak mungkin Dal Po membacanya. Ia melihat buku itu ternyata dipinjam dari perpustakaan.
In Ha pergi ke perpustakaan dan melihat banyak buku-buku dan ternyata hampir semua buku yang ada disana telah di pinjam oleh Dal Po. Ia shock. Apalagi Dal Po sudah membacanya sejak tahun lalu.
In Ha akan menggunakan itu sebagai bukti, jadi ia mengcopy surat tanda pijam perpustakaan dan membuat poster.

Dal Po sendiri pergi ke seoul dan mengikuti seleksi untuk ikut kuis YTN. Ia mengikuti berbagai tes dan berhasil lulus untuk menantang Chan Soo. Begitulah ceritanya kenapa Dal Po bisa sampai di stasiun TV dan ikut kuis bersama Chan Soo.
Kembali ke Kuis di YTN, Chan Soo vs Dal Po. Untuk menjadi pemenang mereka harus menjawab 20 pertanyaan yang diberikan.
Para penonton antusias, juga para siswa yang menonton siaran langsung di kelas.
Pertanyaan demi pertanyaan disajikan dan Dal Po bisa menjawab dengan baik. Chan Soo juga tak mau kalah. Tapi sepertinya Dal Po sengaja terlambat menekan bel sehingga nilai mereka mendekati.
1 soal lagi, nilai 50, siapapun yang bisa menjawab akan menang. (Chan Soo 420 poin, Dal Poo, 440 point).

Pertanyaan itu punya 4 jawaban. Chan Soo menekan bel pertama, ia berhasil menyebutkan 3 jawabannya dan lupa yang satu lagi, waktu habis. Dal Po mendapat giliran menjawab dan ia juga menjawab 3 dan tidak menjawab 1 nya lagi, padahal jawaban 1 lagi telah disebutkan oleh Chan Soo tadi. Chan Soo sengaja.
Dan alhasil ia kalah, karena di giliran berikutnya Chan Soo bisa menjawabnya.

Meski yang menang adalah Chan Soo, teman sekelas kagum pada Choi Dal Po yang biasanya di juluki All Zero sekarang menjadi Tuan nilai 100. Mereka semua kagum pada Dal Po yang ternyata benar-benar pintar.
In Ha tersenyum, rumor Dal Po langsung hilang dalam sekejab dan itu membuktikan kalau gosip selama ini salah.,
In Ha yang mengangap bahwa siaran TV sangat keren langsung mengambil kertas cita-citanya, ia menemukan impiannya.

Ayah In Ha melihat siaran itu tentu saja terkejut karena kepintaran Dal Po. Ia khawatir ayahnya akan menonton dan menelpon kakek, karena kalau tahu Dal Po pintar mungkin kakek akan sadar kalau Dal Po bukan anak kandungnya dan pingsan lagi. Kakek tidak menonton TV tapi melihat poster yang dibuat In Ha.
Kakek menatap poster itu.

Dal Po dan Chan soo mengisi ID dan nomer kontak mereka untuk hadiah.
salah seorang kepala produser (aku panggil saja begitu ya, dia adalah seorang reporetr dulunya yang juga meliput kejadian ayah Ha Myung) mengantar mereka kebawah.
Kepala produser itu bertanya pada Dal Po kenapa ia tak mnejawab pertanyaan itu dengan benar. Dal Po mengatakan kalau ia tak tahu jawabannya.
Si PD kesal dan mengatakan Dal Po menganggap siarannya lelucon, karena ia tahu jawabannya tapi terlihat mempermalukan temannya.
Dal Po terdiam. Chan Soo dan PD masuk ke dalam lift dan ia masih terdiam di luar, saat lift akan tertutup Chan Soo menahannya tanpa masuk kedalam. wajahnya menunjukkan ia sedang marah besar.

Dal Po menatap PD itu dengan tatapan tajam dan berkata,"Tidak, aku tak menganggap acara TV sebagi lelucon TV bisa membunuh orang yang tak bersalah hanya dengan satu pernyataan. Jadi bagaimana mungkin aku menganggap media ini sebagai lelucon? Tapi, karena kau penasaran akan kuberitahu Alasan kenapa aku menyerahkan pertanyaan tadi. Karena jika aku menjawabnya dengan benar Maka, aku harus kembali ke "lubang" ini minggu depan. Tempat ini, Dipenuhi dengan manusia yang terus mengoceh tentang segala kebohohan dan hanya mengikuti spekulasi mereka sendiri. Penuh dengan orang- orang yang bersenjata mic dan kamera mereka. Menghirup udara yang sama dengan mereka, memikirkannya saja membuatku jijik dan sesak napas Jadi, kembali ke tempat ini lagi. Lebih buruk daripada kematian. Apakah kau sudah puas?

PD menatap Dal Po dengan tatapan sedih, ia mengingat kejadian di tepi pantai saat Jae Myung menemukan adik dan ibunya bunuh diri, Jae Myung mengamuk dan mengatakan kalau meatian adik dan Ibunya adalah salah semua reporter itu. Keluarganya mati karena kebohongan para reporetr itu.
Chan Soo mengatakan kalau Dal Po tak punya rasa sopan santun sama sekali, jadi ia minta maaf atas nama Dal Po. Tapi pak PD mengatakan kalau apa yang dikatakan Dal Po memang benar, semua hal mengerikan yang dikatakan Dal Po memang benar.

In Ha pulang ke rumah dan terkejut menemukan posternya ada di ruang tengah. Ia melihat kakek keluar sambil menggaruk punggungnya, In Ha pun membantunya. Ia bertanya dengan hati-hati apakah kakek masuk ke kamarnya. Kakek mengatakan tidak. Kakek bertanya tentang Dal Po, In Ha berbohong mengatakan Dal po ke rumah temannya dan akan pulang malam. In Ha mencoba menahan cegukannya agar tak ketahuan.

Chan Soo dan Dal Po pulang bersama, satu bis pula. Mereka duduk di kursi paling belakang tapi berjauhan. Chan Soo terus memandangi Dal Po membuat Dal Po kesal. Dal Po menyuruhnya bicara saja. Chan Soo mengatakan ingin mengajukan 3 pertanyaan tapi ia mengajukan banyak pertanyaan dan batas 3 pertanyaannya habis tanpa jawaban memuaskan. Intinya ia bertanya selama ini Dal Po hanya berpura-pura bodoh saja.
Mereka tiba di pemberhentian bus dan Chan Soo dijemput ibunya dengan mobil.
Hari hujan deras, Dal Po menunggu hujan reda dan berdiri di depan toko.


Tapi kemudian matanya melihat ke sebuah tempat, In Ha sedang duduk tertidur disana, dengan payungnya menunggu Dal Po. In Ha melihatnya dengan mata bersinar dan terlihat senang,

Dal Po teringat saat ia melihat In Ha dan Chan Soo berpegangan tangan, saat itu ia tak tertidur, tapi hanya pura-pura tidur. Ia juga mendengar kalau Chan Soo akan mengakui perasaannya kalau ikut kuis YTN nanti. Saat ujian, Dal Po terlihat tertidur, tapi ia kepikiran pengakuan Chan Soo dan memutuskan mengikuti ujian dengan srius, itu sebabnya ia menjawab pertanyaan dengan benar.
Itu lah alasan kenapa Dal Po membuang julukan All Zeronya dan berhasil mendapat nilai tertinggi di kelas, agar dia yang pergi ke Seoul dan bukan Chan Soo yang akan mengakui perasaannya. Tapi ia gagal.
Dal Po menatap In Ha yang tertidur dan bergumam kalau ia mencintai In Ha. Karena aku menyukaimu....

In Ha terbangun dari tidurnya dan melihat Dal Po disana. In Ha memanggilnya paman dan akan membuka payungnya, tapi payungnya rusak dan ia panik. Begitu ia melihat ke arah Dal Po, Dal Po menghilang.
In Ha heran dan kemudian Dal Po muncul dengan kerucut pengaman jalan (apa sih itu namanya, yang sering dipakai untuk pembatas jalan warnanya merah, berbentuk kerucut?).
Dal Po mengambil dua kerucut pembatas jalan dan memasukkannya ke kepala In Ha, ia mengambil satu lai untuknya. Keduanya saling bertatapan.

Dal po mengatakan kalau mereka akan memakai itu sampai ke rumah. In Ha meminta Dal Po tidak salah paham, ia menjemput Dal Po karena disuruh oleh kakek, ia tak punya pilihan lagi. DAl Po tersenyum karena In Ha cegukan, artinya In Ha bohong.
In Ha mengatakan ia cegukan karena hari dingin dan cegukannya tak berhenti. Dal Po hanya tersenyum melihatnya.

In Ha bertanya pada Dal Po, apa yang akan Dal Po katakan padanya saat siaran tadi. Dal Po ingin mengatakan sesuatu tapi tak jadi karena waktu habis,
Dal Po diam sejenak dan mengataakn kalau ia tak akan meminta In Ha turun dari sepedanya lagi.
In Ha bingung, apa maksudnya itu?
Ia menatap Dal Po, JAngan-jangan kau..... apakah kau........?

Dal Po menatap In Ha dan berkata dalam hati, Jika aku bisa memutar kembali waktu, aku akan menjauh. Perasaan ini adalah perasaan yang tak boleh kurasakan. Dan perasaan untuk seseorang yang tak seharusnya...
Kita kemudian melihat kertas cita-cita In Ha, meski aku tak bisa membacanya aku rasa dia menulis cita-citanya menjadi seorang reporter.

Ki Jae Myung selama ini selalu mengawasi rumah penderita pinokio yang menjadi saksi bahwa ayahnya masih hidup. Malam itu ia tetap mengawasi rumah itu. Ia membawa poster pencarian ayahnya, Jae Myung mengatakan bahwa hari ini waktu penuntutan kasus ayahnya berakhir. Ia membenci orang-orang yang membuat ayahnya terus lari. Tapi bagaimana pun ia selalu berharap ayahnya akan kembali. Bahkan jika benar ayahnya bersembunyi dan semua orang akan menyalahkan ayahnya, ia tetap berharap ayahnya kembali.

Di suatu tempat yang gelap, hujan juga sedang turun dengan deras, Itu tempat pabrik yang terbakar saat itu. Air hujan membawa tanah mengalir ke tempat yang lebih rendah. Sesuatu terlihat di tanah. Sebuah baju pemadam kebakaran. Kalau aku tidak salah aku juga melihat tengkorak.
Jadi aku yakin itu jasad Ayah Ha Myung yang sudah meninggal.

In Ha dan Dal Po masih bersama dibawah hujan. Dal Po masih bicara dalam hati mengatakan Sebelum perasaannya terus tumbuh, saat ia masih bisa mengembalikannya, maka ia harus pergi...
In Ha masih berfikir kalau dan kalau..... Jangan - jangan....
Dal Po kemudian bertanya, apa kau memikirkan hal yang aneh?
In Ha mengatakan tentu saja tidak. Ia cegukan lagi.
Dal Po tersenyum. In Ha mengatakan kalau ia tak akan memikirkan hal yang aneh lagi. Dan Ia berjalan meninggalkan Dal Po.

Dal Po menatap In Ha.
"Mungkin getaran hatiku akan berkurang seriring berjalannya waktu. Dan setelah itu, aku bisa pergi. Tapi, itu hanyalah alasan bodoh. Hanya alasan agar bisa terus disisinya."

Komentar :
KYAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA!!!
YEAH! I Know from beginning, Dal Po pasti menyukai In Ha. Bagaimana pun ia membenci ibu In Ha, tapi In Ha tak bersalah atas kejadian ayahnya dan ibu Ha Myung. In Ha hanya seorang anak polos yang mencintai ibunya lebih dari apapun. Tapi Dal Po membenci ibu In Ha, tentu ia juga akan merasa benci pada anaknya.
Sayangnya rasa cintanya tak mengizinkannya membenci In Ha.

Aku benar-benar berteriak saat flashback ternyata Dal Po selama ini memperhatikan In Ha. Padahal saat In Ha dan Chan Soo berpegangan tangan, aku berharap In Ha bangun dan kesal. Aku bete karena dia asyik tidur. Tapi ternyataaaaaaaaaaaaaaaaaa!!! Yang sebenarnya dilihat diakhir epsiode KYAAA!!
Lee Jong Suk dan Park Shin Hye punya chemistry yang sangat bagus!! Aku hanya berharap akting menangis dan Kissu Scene Park Shin Hye meningkat, kekekeekekek.

YEAH, ayah Ha Myung sudah pasti meninggal, hanya saja belum ada yang menemukannya. Aku penasaran akan dibawa kemana kisah ini, karena Jae Myung kelihatan juga dendam pada pasien pinokio itu. Sampai ia mengawasi rumah pria itu terus. Hiyyy, Aku harap dia tidak menjadi Min Joon Gook kedua >.<
Kakek In Ha juga, apakah dia sebenarnya sejak awal tahu kalau Dal Po bukan anaknya, tapi ia hanya ingin melindungi anak itu?
Dan juga, kenapa tatapan ayah In Ha pada Dal Po sudah berbeda, apakah ada sesuatu yang terjadi antara mereka?

Pak PD juga kelihatannya sudah berubah, Aku rasa dia sudah menjadi PD yang baik sekarang, dia bukan reporter lagi soalnya, ia sepertinya mengambil pelajaran dari kisah keluarga Ki.
Yang aku penasaran juga adalah pekerjaan Dal Po nanti. Kalau In Ha kelihatannya akan bekerja di stasiun TV dan ia terlihat bertemu ibunya. Dal Po masih mengikutinya sih, bawa mobil pick up gitu. Hmmm, apakah dia menjadi pengantar galon lagi? HAHHAAHHAHHA jadi inget Dr. Stranger >.<

sejauh ini drama ini menarik. Sayang ratingnya belum menyentuh dua digit. Apakah drama sebelah yang ratingnya 13% itu sangat bagus? Tapi aku memang suka ajushi itu kalau main romcom kekekekekeke.


adopted from: http://clover-blossoms.blogspot.com/2014/11/recap-pinocchio-episode-2.html

sinopsis Drama Korea Pinocchio eps. 1

                                           

New SBS drama Pinocchio tayang 12 November kemarin dan karena sub indonya cukup cepat keluar, jadi saia sudah menonton episode pertamanya tepat sebelum menuliskan postingan ini. Dan alasan kenapa aku ingin menulisnya adalah karena aku tidak akan membuat sinopsisnya tapi aku benar-benar menyukai episode pertama drama ini. Satu jam sama sekali tidak terasa dan mengalir seperti air. Yeah. My First Impression is Very Good!

Pinocchio atau Pinokio adalah tokoh dongeng, seorang boneka kayu yang bisa hidup dan hidungnya akan panjang apabila berbohong. Dalam drama ini 'sindrom pinokio' adalah sindrom dimana apabila seseorang berbohong, maka ia akan cegukan. Menarik.
Dan yang mengalami sindrom pinokio, sejak awal aku tahu kalau tokoh utama wanita yang diperankan oleh Park Shin Hye akan mengalaminya, tapi ternyata episode 1 benar-benar erat pada sindrom Pinokio.

Episode pertama dibuka dengan tahun 2005, dimana sebuah sekolah mengumumkan bahwa jam 1 akan ada penampilan kuis di sebuah stasiun TV dimana salah satu siswa sekolah mereka akan bertanding. Chan Soo, siswa terpintar sekolahnya yang menjadi juara pertama minggu lalu. Kelas Chan Soo menonton pertandingan kuis itu dan meniadakan pelajaran.

Choi In Ha (Park Shin Hye) ada dikelas yang sama dengan Chan Soo. Dan kelas tersebut juga kehilangan seorang siswa yang membolos, Choi Dal Po (Lee Jong Suk).

Tentu saja semua orang terkejut saat mengetahui kalau lawan Chan Soo berikutnya adalah Choi Dal Po. Ia mendaftakan diri untuk ikut kuis yang sama dan akan melawan Chan Soo.

Dal Po bukan siswa pintar, ia rangking ke 34 di kelasnya dari 34 siswa. Karena ini sebuah kuis, maka sebenarnya pihak produksi ingin yang pntar lawan yang pintar, karenanya seorang produser memarahi anggotanya yang memilih  Dal Po.
Tapi Dal Po kali ini berbeda, ia yakin kalau dirinya akan menang. Sebelum bisa menantang Chan Soo, Dal Po harus menjawab 5 pertanyaan dengan benar. Semua orang mengejeknya karena pada pertanyaan pertama ia malah sudah menggunakan bantuan pertama untuk bertanya pada temannya, yang tak lain adalah Chan soo. Ia ingin Chan Soo membantunya menjawab. Semua orang mentertawakannya. Tapi Dal Po malah menggunakan kesempatan itu untuk menantang Chan Soo jika ia menang, maka ia akan memukul Chan Soo 10 kali, begitu juga sebaliknya.

Sikap percaya diri Chan Soo menunjukkan kalau ia pintar. Makanya teman-temannya yang menonton juga keheranan. Tapi dalam kuis ini, saat pertanyaan kedua, tentang sindrom pinokio. Ia mengatakan salah seorang temannya mengidap sindrom pinokio, tapi berbeda dari kebanyakan penderita yang biasanya terganggu hubungan sosialnya, temannya ini malah suka bergaul dan terkenal dengan julukan nenek sihir blak blakan.
Tentu saja itu adalah In Ha. Semua teman sekelasnya tahu kalau Dal Po membicarakan In Ha. In Ha kesal sekali.

Dal Po yang berhasil menjawab Pinokio mengingat kembali masa lalunya yang cukup menyedihkan. Sangat menyedihkan.
Dal Po kecil bernama Ki Ha Myung. Ayah Ha Myung adalah pemadam kebakaran, ibunya ibu rumah tangga dan ia punya seorang kakak bernama Ki Jae Myung. Ha Myung sejak kecil sangat pintar. Ia bisa berhitung dengan cepat dan membuat ayahnya bangga padanya. Ayah Ha Myung orang yang ramah dan penyayang pada anggota tim pemadam kebakarannya, karena ia ketuanya. Ia juga dekat dengan nenek sebelah rumahnya, yang cucunya mengidap sindrom pinokio.

Suatu hari sebuah kebakaran terjadi. Tim ayah Ha Myung pergi kesana untuk memadamkan api. Salah seorang korban yang berhasil selamat mengatakan ada 2 orang temannya yang masih ada di dalam. Jadi tim Ayah Ha Myung masuk ke dalam gedung yang terbakar untuk menyelamatkan.

Dan ternyata 2 orang yang didalam itu sudah keluar dari gedung dan menemui korban pertama tadi. TApi mereka diam saja, tak mengatakan kalau sudah tak ada orang didalam gedung, dan lagi 2 orang itu adalah penyebab kebakaran.
Ayah Ha Myung dan timnya terus mencari di tengah kobaran api dan Ayah Ha Myung ternyata membuka sebuah pintu tempat penyimpanan bahan bakar sehingga meledak. Kebakaran makin besar.

Keesokan harinya 9 pemadam kebakaran ditemukan tewas di gedung itu, sedangkan mayat Ayah Ha Myung, tidak ditemukan. Banyak reporter yang merekam kejadian itu. Dan salah seorang adalah reporter Song Chan Ok. reporter Song punya caranya sendiri untuk menarik pemirsa pada beritanya, ia membuat kejadiannya lebih tragis dari yang sseharusnya dan juga menggunakan banyak kebohongan dalam beritanya. Bahkan saat suaminya menelpon masalah surat cerai, ia malah pura-pura bicara kalau itu sumber informasi saksi dan mengatakan tempat yang salah. Reporter lain pergi ke tempat yang ia sebutakn sedangkan ia dan tim nya ke rumah sakit. Ia membohongi yang lain. Bahkan tim nya sendiri mengatakan kalau ia kejam.

Singkat cerita, di rumah sakit semua keluarga korban berkumpul dan menangis karena kehilangan anggota keluarganya, namun pihak polisi menemukan saksi mata yang melihat Ayah Ha Myung masih hidup, saksi itu adalah tetangga yang kena sindrom pinokio, artinya dia ga mungkin bohong.
Alhasil semua menyalahkan Ayah Ha Myung atas kejadian itu, kenapa ayah Ha Myung melarikan diri dan memaksa timnya untuk masuk ke dalam gedung yang terbakar itu.
Ibu Ha Myung jadi sasaran cacian dan makian begitu pula Ha Myung dan kakaknya Jae Myung.

Rumah mereka bahkan dipenuhi wartawan. Saat mereka akan berangkat ke sekolah banyak wartawan yang mewawancarai mereka berdua. TApi para wartawan ini tak tahu kondisi dan keadaan, meski katanya ayah Ha Myung selamat, sampai saat ini belum ada kabar apapun, tapi mereka dituduh menyembunyikan ayah mereka.
HA Myung yang masih SMP dan Jae Myung yang SMA tentu saja masih anak-anak dan tak tahu apa-apa, tapi para wartawan terus menanyai mereka. Yang paling parah adalah Song Chan Ok yang terus menanyai dan menyanggah semua jawaban Jae Myung. Ia mengatakan kalau Ayah Ha Myung tak bersalah kenapa melarikan diri, kenapa mereka tak mau mengatakan dimana lokasi, dan bahkan mengatakan kalau keluarga mereka senang diatas penderitaan keluarga lain.

Meski HA Myung sudah menjelaskan tak mungkin ayahnya meninggalkan tim nya dalam kobaran api itu, karena ayahnya sangat mencintai anggota timnya, dan bahkan mengingat tanggal lahir mereka semuanya, ia malah mendapatkan lemparan telur. Ditambah lagi Song Chang Ok yang menyudutkan mereka terus menerus.

Adegan ini beneran memuakkan. Jae Myung dan Ha Myung tentu tak tahu apa-apa tentang itu dan terus ditanyai seolah mereka tersangka, bahkan menyalahkan ayah mereka yang belum terbukti melarikan diri. Hanya karena ada saksi yang melihatnya. Well, saksi itu adalah poenderita pinokio yang kalau berbohong akan cegukan, saat itu saksi tidak cegukan artinya benar. Tapi dari yang aku lihat, pria itu hanya mirip saja, bukan ayah Ha Myung, si saksi mungkin salah melihat karena saat itu hujan.

Semakin hari, ulah reporter dan juga warga semakin menjadi, rumah mereka terus dilempari telur dan batu. Dan lagi, stasiun TV benar-benar menampilkan adegan saat Jae Myung marah, karena Chan Ok memaksa tim editing hanya memblur wajah Jae Myung dan Ha Myung. Demi menaikkan rating, mereka harus melakukan itu. Meski pihak editing ragu, karena belum pasti ayah Ha Myung mati, tapi Chan Ok bersikeras karena sekarang publik membutuhkan sesoerang untuk disalahkan. Itu lah stasiun TV dimana Chan Ok bekerja menayangkan adegan Ha Myung dan Jae Myung yang membela ayahnya. Stasiun TV nya bernama MBS.
Beda dengan sebuah stasiun TV lain, ketua tim tetap bersikeras untuk tidak menayangkan bagian berita yang ada Jae Myung dan Ha Myung, meski di blur ia tak mengizinkannya sama sekali, itu stasiun TV YTN.
HA Myung menonton berita itu dan Jae Myung mematikan TV, menyuruhnya jangan menontonnya.


Singkat cerita, Ayah Ha Myung pernah berjanji membawa Ha Myung melihat kembang api, dan kebetulan saat itu ibu Ha Myung mengajaknya. Ibu Ha Myung menangis setiap hari dan apabila ditanya ia selalu mengatakan kalau ia tak menangis, Ha Myung merasa semua orang berbohong padanya.
Saat itu Ha Myung melihat kembang api bersama ibunya. Jae Yong berdiri didepan stasiun TV tempat Chan Ok bekerja untuk wawancara, ia membawa tropi penghargaan ayahnya. Ia berdiri sampai malam demi wawancara.
Ha Myung dan ibunya ke pinggir pantai untuk menyalakan kembang api. Ibu Ha Myung terlihat lain dan mengajak Ha Myung menemui ayahnya.

Keesokan harinya, di pinggir tebing dilaut ditemukan sebuah surat dan sepatu. Ha Myung dan Ibunya bunuh diri. Itu asumsi publik. Jae Myung yang mengetahui itu meradang disana. Ia begitu kesal pada reporter yang membuat semua masalah menjadi runyam, ia melempar dan menendang kamera mereka.. BAhkan disaat itu Chan Ok tidak peduli dan menyuruh kameramen merekam batu dengan sepatu Ha Myung untuk latar berita. Tentu saja Jae Myung makin meradang dan berteriak di hadapan Chan Ok, aku rasa dia akan membunuhnya. Aku akan sangat senang jika Jae Myung mau menusukkan tropi ayahnya ke Chan Ok.

5 bulan kemudian sebuah kapal berlayar menuju sebuah pulau. Choi In Ha kecil ikut dengan ayahnya kembali ke pulau tempat kakeknya tinggal setelah orang tuanya bercerai. In Ha sebenarnya tak suka ikut ayahnya, ia takut jadi anak kampung dan khawatir karena akan tinggal dengan kakeknya yang demensia. Ia sangat menyukai ibunya. Tapi kenapa ia mau saja ikut dengan ayahnya ya?
Sesampainya di rumah kakeknya, iadan ayahnya membungkuk dan ngobrol. Kakek terlihat sangat sehat dan keduanya terkejut karena kakek sedang menunggu seseorang yang ia sebut kakak ayah In Ha.
Ayah In Ha heran, karena kakaknya Dal Po sudah meninggal lama.

Dan Ha mYung kecil terlihat menaiki sepeda dengan gerobaknya ke rumah kakek itu dan kakek memanggilnya Dal Po. Kakek mengatakan kalau Dal Po adalah kakak ayah In Ha dan paman In Ha. Tentu saja ayah In Ha menentangnya tapi Ha Myung yang kini menjadi Dal Po ikutan memanggil ayah In Ha adik dan In Ha keponakannya.
Ayah In Ha tidak suka akan hal itu dan mereka membahasnya membuat kakek pingsan karena teringat anaknya yang meninggal. HA Myung menjelaskan kalau ia selama ini menerima menjadi Dal Po untuk kebaikan kakek. KAkek menemukannya mengapung di laut dan menyelamatkannya, kakek menyangka Ha Myung adalah Dal Po.Kakek akan pingsan jika mengingat tentang Dal Po yang meninggal, makanya lebih baik ia berpura-pura menjadi Dal Po. Lagi pula tak ada yang dirugikan dalam hal ini.

Meski tetap tak setuju, akhirnya In Ha dan ayahnya menyetujui karena Dal Po mengatakan ia hanya akan berpura-pura sampai kakek sembuh.
In Ha yang sangat menyukai ibunya ingin menonton TV untuk melihat ibunya di TV, tapi ayahnya selalu marah saat ia mengungkit tentang ibunya.
Hubungan Dal Po dan In Ha perlahan mulai dekat sejak mereka berdua makan ubi panggang bersama karena In Ha sebelumnya ngambek pada ayahnya yang tak menyukai kalau ia membicarakan ibunya., jadi ia mogok makan. Ia kelaparan dan mencari makanan di dapur dan menemukan Dal Po sedang memanggang ubi jalar.
Saat itu, Dal Po tahu kalau In Ha terkena sindrom pinokio, karena ia akan cegukan kalau berbohong.

In Ha yang merindukan ibunya mencuri HP ayahnya untuk mengirim sms pada ibunya. Dal Po sendiri memperbaiki antena TV agar In Ha bisa menonton TV kemudian menjemput In Ha.
Dal Po menjemput In Ha dengan sepeda gerobaknya. In Ha sangat senang kalau TV sudah hidup dan ia bisa melihat ibunya. Dal Po menawarkan akan membonceng In Ha, sayangnya In Ha terlalu berat dan akhirnya mereka berdua memutuskan berjalan kaki.

Dalam perjalan pulang, keduanya terlihat percakapan mengenai ayah Dal Po. Ia yakin ayah Dal Po orang baik dan mengatakan kalau ia ingin bertemu ayah Dal Po. Dal Po menatap In Ha karena In Ha tak segukan artinya In Ha jujur. In Ha membenarkan, ia tak bisa berbohong karena ia akan segera ketahuan. Dal Po tiba-tiba saja mencium pipi In Ha, membuat In Ha kaget. Aku juga kaget lho, karena kan ini baru episode pertama, kekkekkeke.
Itu karena Dal Po akhirnya menemukan seseorang yang jujur, ia selalu khawatir karena selama ini ia selalu hidup ditengah banyaknya kebohongan dan sangat sulit menemukan dan mengetahui kapa seseorang berbohong.

KEduanya tiba di rumah dan menonton TV. Masalah baru muncul saat Dal Po mengetahui kalau ibu In Ha ternyata reporter Song Chan Ok. DAl Po tentu saja terkejut, itu reporter yang paling ia benci dalam hidupnya, ia teringat bagaimana reporter itu menghujani banyak pertanyaan yang menyudutkan ayah yang ia cintai.
Dal Po yang shock kabur keluar rumah dan menatap In Ha dengan perasaan marah.

Ayah In Ha pulang kerja dan mencari In Ha. Dal Po yang marah mengatakan pada ayah In Ha kalau In Ha tadi mencuri HP dan mengirim sms pada ibu In Ha dan In Ha sekarang sedang menonton TV melihat ibunya (Padahal sebelumnya ia sudah berjanji tak akan memberitahu ayah In Ha).
Ayah In Ha tentu saja marah dan masuk ke rumah untuk menghancurkan TV. Dal Po masih dalam keadaan marah dan menatap dengan tajam.
Ayah In Ha memukul In Ha dan akan menghancurkan TV,. In Ha menangis keras dan memohon Dal Po untuk membantunya.
Dal Po menepis tangan In Ha dengan kasar dan mengatakan, kenapa aku harus membantumu?

Flashback berakhir.
Kembali ke arena kuis, Dal Po akan menjawab pertanyaan terakhir yang sulit, bahkan suasana kelas ramai karena tak ada yang tahu jawabannya. Chan Soo tersenyum mengejek karena Dal Po bodoh, ia yakin Dal Po tak bisa menjawabnya, namun mengejutkan, Dal Po benar menjawab pertanyaan terakhir membuat semua orang heran dan terkejut, ternyata Dal Po pintar.

Suasana kelas jadi heboh karena keterkejutan. Teman sebangku In Ha sangat kesal karena Dal Po bisa menantang Chan Soo. In Ha curiga melihat temannya itu dan mengatakan kalau temanya pasti menyukai Chan Soo karena dari tadi ia mendukung Chan Soo.
Temannya tentu saja mengatakan tidak dan menuduh In Ha yang mendukung DAl Po juga menyukai Dal Po.

In Ha tertawa dan mengatakan kenapa ia harus menyukai pria norak itu, lagian Dal Po adalah pamannya.

Temannya tak percaya dan bertanya lagi. Dengan yakin In Ha menjawab tidak.

In Ha tidak cegukan dan artinya In Ha jujur. In Ha senang dengan dirinya sendiri.

Seorang pria masuk ke stasiun penyiaran dan melihat penampilan Dal Po. Tapi ia lebih tertarik dengan wajah reporter Song Chan Ok di layar televisi. Pria itu adalah Jae Myung. Ia menatap tajam pada wajah Chan Ok di televisi. Sepertinya ia menyimpan dendam yang sangat dalam.

Dal Po berhasil menantang Chan Soo karena berhasil menjawab 5 pertanyaan. Siswa peringkat 1 vs peringkat 34 akan menjadi tontonan yang menarik.

 
In Ha menatap layar televisi dan yakin Dal Po akan menang.

Komentar :

Yeah. Penulis I Hear Your Voice memang keren. Dramanya menegangkan dan tetap ada unsur kemanusiaannya. Aku membaca komentar netizen mengenai episode pilot Pinocchio, komentarnya positif. Terutama bagian reporternya, seperti itu lah reporter sebenarnya, Mengerikan.
Mereka hanya mencari berita yang bisa mendongkrak rating, bagaimana pun caranya. Memang tidak semua reporter seperti itu, tapi kebanyakan memang begitu. Menambah-nambah berita dan membesar-besarkannya. Song Chan Ok memang sangat parah, ia tak  punya rasa kasihan sama sekali, yang penting beritanya laku. Ia bahkan tak peduli dengan Ha Myung yang masih anak-anak, tetap memasukkannya dalam berita.
Aku suka ketua stasiun TV yang satu lagi, meski pun reporetrnya meminta tayangan Ha Myung dimasukkan dia tak mau. Bagaimana pun ia tetap pada aturan jurnalistiknya.

Masalah ini cukup kompleks. Orang-orang selalu mencari orang lain untuk disalahkan. Karena itu Chan Ok berusaha membuat Ayah Ha Myung yang disalahkan atas semua kejadian ini.
Padahal belum ada bukti, tapi karena saksi adalah sindrom pinokio, jadi orang dengan mudah akan percaya padanya. Kita juga sering seperti itu, mempercayai apa yang kita lihat dan dengarkan begitu saja.
Aku merinding melihat cara Chan Ok melakukan tugasnya. Aku heran kenapa In HA sangat menyukai ibunya ini? Karena aku yakin ibunya sering meninggalkannya, makanya ayahnya yang mengurusnya.

Ha Myung tidak mati dan ini membuatku tertarik, kata kakek HA Myung ditemukan mengapung dengan pelampung, padahal malam itu mereka tak memakai pelampung. Dan itu artinya ibu HA Myung sudah mati?
Ibu Ha Myung terlalu sakit menahan banyaknya cemoohan dan juga tuduhan tak berdasar pada keluarganya.
Yang aku khawatirkan adalah Jae Myung. Aku rasa dia akan menjadi penjahatnya dalam drama ini.
Aku menunggu aksinya untuk balas dendam pada Chang Ok.

Hubungan In Ha dan Dal Po juga menarik nih. Aku rasa Dal Po masih dingin pada In Ha setelah semuanya berlalu, tapi ia tetap perhatian karena Dal Po adalah pamannya. Hehhheehheh.
In Ha ini mengidap sindrom pinokio yang cukup menjalani hidupnya dengan bebas dan tidak ada tekanan, karena itu ia dipanggil nenek sihir yang blak-blakan. Sebagian pengidap sindrom pinokio lebih mengisolasi dirinya dari pergaulan karena ia tak bisa berbohong, tapi In Ha menikmati sindromnya.
Ia terlihat ceria dan tidak tertekan dengan hal itu. Dan aku rasa Dal Po menyukainya karena hanya In Ha yang akan berkata jujur padanya.

Ayah Ha Myung tidak mungkin hidup, dia membuka pintu penyimpnan bahan bakar dan meledak. Ledakannya kuat cukup membuat tubuhnya menjadi abu. Hanya saja jika 3 pegawai pabrik tidak mengaku perbuatannya, maka nama ayah Ha Myung tidak akan bersih, tetap akan dituduh meninggalkan anak buahnya.
Aku menantikan episode 2 drama ini dan kalau ada waktu aku akan membuat review-nya lagi. Drama ini sangat menegangkan. Aku ingin tahu kearah mana jalan cerita drama ini akan berkembang :)


adopted from: http://clover-blossoms.blogspot.com/2014/11/recap-pinocchio-episode-1.html

Drama Korea Pinocchio

 Ristizona.com - Kali ini kami akan mengulas tentang drama korea Pinocchio yang kini tengah populer. Drama Korea Pinocchio mengisahkan tentang kehiduapan para wartawan/jurnalis di sebuah perusahaan penyiaran. Selayaknya seorang wartawan, para wartawan ini juga bertugas untuk mencari fakta atau informasi yang bertujuan untuk mencari sebuah kebenaran.

Sinopsis Lengkap Pinocchio Episode 1-20 (Tamat)
Pinocchio :Tetapi ada yang menarik dari para wartawan ini, ialah Park Shin Hye yang dalam film ini berperan sebagai Choi In Ha ternyata memiliki kelainan yang unik. Choi In Ha memiliki "Sindrom Pinocchio" yang mana jika ia bebohong maka ia akan mengalami cegukan yang keras. Hehe .... ^_^
Lain halnya dengan Choi Dal Po (Lee Jong Suk) yang merupakan wartawan baru yang belum berpengalaman. Mekipun memiliki paras yang tampan namun pria satu ini sangat buruk dalam hal berpenampilan. Tak heran jika Choi Dal Po banyak diremehkan orang lain mekipun sebenarnya dia adalah orang yang sangat pandai berbicara.
Lalu bagaimana jika keduanya yang sama-sama memiliki kelemahan dipertemukan, apalagi sampai saling jatuh cinta ?
Drama Korea Pinocchio :Judul  :  Pinocchio / 피노키오
Genre  :  Romance, Drama, Komedi, Family
Jumlah Episode : 20 episode
Stasiun TV  :  SBS
Waktu Tayang  :  Rabu dan Kamis (21:55 KST) (update sinopsis bahasa indonesia + 2-3 hari setelah tayang di Korea)
Pemeran / Pemain Drama Korea Pinocchio  :

  • Lee Jong-suk sebagai Choi Dal-po/Ki Ha-myung
  • Park Shin-hye sebagai Choi In-ha
  • Kim Young-kwang sebagai Seo Beom-jo
  • Lee Yu-bi sebagai Yoon Yoo-rae

Rating Drama Korea Pinocchio  :Rating Drama Korea Pinocchio


adopted from: http://www.ristizona.com/2014/11/sinopsis-lengkap-pinocchio-episode-1-20-tamat.html