WowKeren.com - Melihat tubuh rampingGirls' Generation, banyak yang penasaran dengan berat badan asli para personilnya.Tae yeon, Tiffany dan Jessica akhirnya membeberkan rahasia berapa berat badan mereka yang sebenarnya saat tampil di "Happy Together 3" (KBS), beberapa waktu lalu.
"Agensiku (SM Entertainment) selalu mengatakan berat badanku adalah 45 kilogram," kata Jessica. "Tapi sebenarnya kadang berat badanku bertambah berat satu atau dua kilogram (46-47 kg)."
"Berat badanku sekitar 46 hingga 47 kilogram," aku Tiffany. Sementara Taeyeon mengatakan, "Aku tidak pernah diet. Aku juga benci olahraga."
MC Yoo Jae Suk kemudian bertanya apa menu makanan yang mereka makan sehari-hari. Para personil ternyata tidak terlalu banyak makan dalam porsi besar. "Kami makan seperti itu kalau kami sedang menyiapkan album baru," kata Tiffany. "Kami tidak bisa bekerja kalau kami banyak makan."
5/16/2012
Micky Yoochun dan Yoona SNSD Idola K-Pop dengan Akting Terbaik
WowKeren.com - Chosun News baru saja melakukan survei untuk menentukan 10 aktor dan aktris terbaik yang berasal dari idola K-Pop. Survei tersebut dilakukan oleh sejumlah ahli yang menilai akting para bintang ini berdasarkan 3 hal yakni analisa karakter, pengucapan dialog dan proses akting. Hasilnya, Micky Yoochun JYJ dan Yoona Girls' Generation menduduki daftar teratas.
Micky berada di peringkat pertama karena aktingnya yang cemerlang di serial "Rooftop Prince". Sedangkan Yoona menduduki peringkat kedua atas peran gandanya yang ia mainkan di "Love Rain". Berikutnya, akting Uee di "Ojakgyo Brothers" meraih peringkat ketiga.
Di peringkat empat, akting Taecyeon 2PMdianggap berhasil di serial "Dream High". Selanjutnya berturut-turut ada Suzy miss A ("Dream High"), Siwan ZE:A ("The Moon Embracing Sun"),Jiyeon T-ara ("Dream High 2"), Hero Jaejoong JYJ ("Protect the Boss"), Max Changmin TVXQ ("Paradise Ranch") dan terakhir, Kwon Yuri SNSD ("Fashion King").
Sejumlah idola ini memang tak main-main saat memutuskan untuk terjun ke dunia akting. Mereka tak hanya aji mumpung dan rela menjalani serangkaian training keras untuk akting. Terbukti, kini kerja keras mereka pun terbayar dengan respon positif masyarakat terhadap akting mereka.
Micky berada di peringkat pertama karena aktingnya yang cemerlang di serial "Rooftop Prince". Sedangkan Yoona menduduki peringkat kedua atas peran gandanya yang ia mainkan di "Love Rain". Berikutnya, akting Uee di "Ojakgyo Brothers" meraih peringkat ketiga.
Di peringkat empat, akting Taecyeon 2PMdianggap berhasil di serial "Dream High". Selanjutnya berturut-turut ada Suzy miss A ("Dream High"), Siwan ZE:A ("The Moon Embracing Sun"),Jiyeon T-ara ("Dream High 2"), Hero Jaejoong JYJ ("Protect the Boss"), Max Changmin TVXQ ("Paradise Ranch") dan terakhir, Kwon Yuri SNSD ("Fashion King").
Sejumlah idola ini memang tak main-main saat memutuskan untuk terjun ke dunia akting. Mereka tak hanya aji mumpung dan rela menjalani serangkaian training keras untuk akting. Terbukti, kini kerja keras mereka pun terbayar dengan respon positif masyarakat terhadap akting mereka.
Ini Alasan Fawney Tidak Terpilih Sebagai Personil SNSD
WowKeren.com - Baru-baru ini penyanyi Fawney (Lee Hwan Hee) mengungkapkan alasan mengapa dirinya tidak bisa bergabung dengan girlband populer Girls' Generation. Penyanyi yang baru debut ini mengatakan dirinya kalah kualitas dibanding personil lainnya. Pengakuan itu dilontarkanya di sela-sela promo single digital "Secret".
"Kurasa aku berada di posisi yang mengambang," kata Fawney. "Kurasa aku bukanlah dancer yang bagus diantara personil Girls' Generation lainnya, atau yang paling cantik."
Fawney adalah sahabat baik Seohyun dan sudah menjadi trainee SM Entertainment selama tujuh tahun mulai 2002. Namun sayangnya dia tidak dipilih sebagai personil Girls' Generation.
Kabarnya, Fawney batal debut bersama Girls' Generation karena kehadiran Sunny yang notabene adalah keponakan Lee Soo Man, pendiri SM. Namun Fawney menjelaskan itu hanya gosip dan bukan alasan yang sesungguhnya. "Kekuranganku adalah alasannya," kata Fawney singkat.
"Kurasa aku berada di posisi yang mengambang," kata Fawney. "Kurasa aku bukanlah dancer yang bagus diantara personil Girls' Generation lainnya, atau yang paling cantik."
Fawney adalah sahabat baik Seohyun dan sudah menjadi trainee SM Entertainment selama tujuh tahun mulai 2002. Namun sayangnya dia tidak dipilih sebagai personil Girls' Generation.
Kabarnya, Fawney batal debut bersama Girls' Generation karena kehadiran Sunny yang notabene adalah keponakan Lee Soo Man, pendiri SM. Namun Fawney menjelaskan itu hanya gosip dan bukan alasan yang sesungguhnya. "Kekuranganku adalah alasannya," kata Fawney singkat.
Personil SNSD Adu Cantik dengan Rambut Pirang
WowKeren.com - Baru-baru ini Sooyoung tampil mengejutkan dengan rambut pirang alias blonde di majalah High Cut. Ini adalah kali pertamanya Sooyoung tampil pirang karena sebelumnya dia selalu tampil dengan rambut hitam atau gelap.
Setelah foto Sooyoung itu muncul, netter pun membuat perbandingan penampilan para personil Girls' Generation yang pernah tampil dengan rambut pirang. Sebelum Sooyoung, personil Girls' Generation yang pernah mencoba warna blonde untuk rambutnya adalah Tiffany, Sunny, Jessica, Tae Yeon dan Hyoyeon.
Kwon Yuri pernah mencoba rambut pirang di promo "Mr.Taxi". Sedangkan Yoona dan Seohyun jarang terlihat tampil dengan rambut blonde.
"Mereka semua pernah mencoba tampil dengan rambut pirang. Tae Yeon yang paling cantik," komentar seorang netter. "Mereka sangat mengagumkan semua," komentar netter lainnya.
Foto Girls' Generation dengan rambut pirang:
Setelah foto Sooyoung itu muncul, netter pun membuat perbandingan penampilan para personil Girls' Generation yang pernah tampil dengan rambut pirang. Sebelum Sooyoung, personil Girls' Generation yang pernah mencoba warna blonde untuk rambutnya adalah Tiffany, Sunny, Jessica, Tae Yeon dan Hyoyeon.
Kwon Yuri pernah mencoba rambut pirang di promo "Mr.Taxi". Sedangkan Yoona dan Seohyun jarang terlihat tampil dengan rambut blonde.
"Mereka semua pernah mencoba tampil dengan rambut pirang. Tae Yeon yang paling cantik," komentar seorang netter. "Mereka sangat mengagumkan semua," komentar netter lainnya.
Foto Girls' Generation dengan rambut pirang:
5/01/2012
Harry Potter and the Half-Blood Prince
Khawatir
dengan pengalaman pertemuannya dengan Voldemort di Kementerian
Sihir, Harry Potter merasa enggan untuk kembali
ke Hogwarts. Dumbledore mendorongnya untuk kembali, setelah
mengajaknya untuk menemui seorang mantan guru Hogwarts, Horace Slughorn. Dengan
bantuan Harry, ia berhasil membujuk Slughorn agar mau kembali mengajar di
Hogwarts.
Sementara
itu, Pelahap Maut mulai menimbulkan kerusakan baik di
kalangan Muggle (masyarakat manusia biasa non-sihir) maupun Penyihir.
Mereka menghancurkan Jembatan Millennium serta menculik pembuat
tongkat sihir Mr. Ollivander dan menghancurkan tokonya di Diagon
Alley.
Bellatrix
Lestrange berhasil membujuk Severus Snape untuk
melakukan Sumpah Tak Terlanggar dengan ibu Draco
Malfoy, Narcissa. Sumpah ini memastikan agar Snape melindungi Draco dan
menyelesaikan tugas yang diberikan Voldemort kepada Draco, jika Draco gagal
melakukannya.
Harry, Ron,
dan Hermione, ketika sedang berada di Diagon Alley, mengikuti lalu melihat
Draco memeasuki toko Borgin and Burkes dan mengambil bagian dalam
sebuah ritual bersama kelompok Pelahap Maut. Selanjutnya, ketiga sahabat ini
terus mewaspadai tindak-tanduk Draco.
Di
Hogwarts, sekolah diamankan secara ketat baik oleh pihak sekolah maupun
Kementerian Sihir untuk memastikan agar Pelahap Maut tidak dapat mendekati
sekolah tersebut. Dengan kembalinya Slughorn mengajar Ramuan, Snape kini
mendapatkan posisi untuk mengajar Pertahanan Terhadap Ilmu Hitam. Profesor
McGonagall mendorong Harry dan Ron untuk mengambil kelas Ramuan, yang kini
diajar Slughorn yang mau menerima siswa dengan nilai OWL yang lebih
rendah. Harry dan Ron, yang tidak membeli buku teks karena tidak menduga bahwa
mereka dapat mengambil kelas itu, dipinjami buku teksnya dari kelas Ramuan.
Buku
pinjaman Harry sudah dibubuhi tulisan-tulisan petunjuk yang lebih tepat untuk
membuat ramuan dan mantra-mantra lain, dan dengan segera membuat Harry menjadi
siswa Ramuan nomor satu melebihi siswa lainnya di kelasnya. Harry menemukan di
sampulnya bahwa buku itu pernah dimiliki oleh "Pangeran
Berdarah-Campuran". Hermione mencari di perpustakaan namun tidak dapat
menemukan apa-apa mengenai nama ini. Setelah mengikuti petunjuk tulisan
'Pangeran Berdarah-Campuran', Harry kemudian berhasil memenangkan hadiah cairan
keberuntungan, Felix Felicis, dari Profesor Slughorn karena keberhasilannya
membuat sebuah ramuan yang sangat sulit.
Ketika
akan mengikuti pertandingan Quidditch, Ron merasa gugup. Harry berbuat
seolah-olah ia menambahkan cairan keberutungan ke minuman Ron, untuk menaikkan
kepercayaan diri Ron. Akibatnya, Ron sukses besar menjadi kiper Quidditch dari
tim Gryffindor, dan mendapatkan cinta Lavender Brown. Keduanya
berciuman di pesta perayaan kemenangan Gryffindor di Ruang Rekreasi. Hermione
yang melihat ini, lari meninggalkan ruangan itu sambil menangis, diikuti oleh
Harry. Kepada Harry, Hermione mengakui bahwa ia memiliki perasaan kepada Ron
dan mengerti bagaimana perasaan Harry ketika Ginny, yang ditaksirnya,
berciuman dengan Dean Thomas.
Pada
liburan Natal, Harry menghabiskan liburannya bersama keluarga Weasley, sambil
berdiskusi bersama Mr. Weasley, Remus Lupin, dan Tonks mengenai
situasi Hogwarts. Tiba-tiba terjadi serangan Pelahap Maut yang hendak menculik
Harry. Mereka berhasil menggagalkan upaya Pelahap Maut itu, namun rumah
keluarga Weasley, The Burrows, meledak dan terbakar. Kejadian ini
menyebabkan Harry menyesali diri karena dialah yang menimbulkan bahaya kepada
orang-orang yang disayanginya.
Dumbledore
mengungkapkan memori Tom Riddle—nama asli
Voldemort—melalui Pensieve kepada Harry, juga memori Slughorn di mana
Riddle menanyakan mengenai suatu Sihir Hitam. Sayangnya memori itu telah diubah
Slughorn sehingga tidak diketahui sihir hitam apa yang dibicarakan Slughorn
dengan Riddle. Dumbledore mengatakan bahwa Slughorn mungkin takut akan
konsekuensinya jika pembicaraan ini terungkap. Dumbledore juga percaya bahwa
jika Sihir Hitam yang dibicarakan ini terungkap, maka mereka akan memiliki
jalan untuk mengalahkan Voldemort. Karenanya, Dumbledore menyuruh Harry untuk
berusaha mendekati Slughorn supaya akhirnya ia mau memberikan memori yang asli.
Dengan
menggunakan cairan keberuntungan Felix Felicis yang dimenangkannya pada awal
tahun masuk sekolah, Harry 'secara beruntung' berhasil mempertemukan Slughorn
dengan Hagrid. Keduanya mabuk setelah upacara penguburan laba-laba raksasa
Aragog milik Hagrid, dan Harry berhasil membujuk dan meyakinkan Slughorn untuk
memberikan memori yang sesungguhnya.
Memori
ini mengungkapkan bahwa Riddle menanyakan mengenai Horcrux, sebuah cara
dalam Sihir Hitam untuk membagi jiwa ke dalam Horcrux sehingga pembuatnya tidak
dapat mati selama Horcruxnya tidak dihancurkan. Dumbledore mengungkapkan bahwa
Buku Harian Riddle (yang dihancurkan Harry pada buku kedua) dan sebuah Cincin
milik ibu Voldemort adalah dua dari keenam Horcrux yang dibuat Riddle. Mereka
harus mencari seluruh Horcrux dan menghancurkan semuanya supaya Voldemort dapat
dikalahkan.
Harry
kemudian semakin mencurigai tindak-tanduk Draco, mengikutinya di sekolah, tapi
gagal untuk mengetahui apa yang direncanakan oleh Draco. Harry percaya bahwa
Draco ada dibalik dua upaya untuk membahayakan hidup Dumbledore: yang pertama
melalui kalung mematikan yang dititipkan oleh entah siapa kepada Katie
Bell (di bawah Kutukan Imperius) untuk diberikan kepada Dumbledore
sebagai hadiah; yang kedua melalui sebuah botol minuman Mead beracun yang
hendak dihadiahkan Slughorn, juga terkena kutukan yang sama, kepada Dumbledore.
Kejadian yang kedua ini diketahui secara tidak sengaja ketika minuman itu
diminum oleh Ron.
Ron
kemudian dirawat di rumah sakit, dan ketika sedang tidak sadar, ia mengigaukan
nama Hermione di hadapan Lavender, yang langsung patah hati. Setelah insiden
ini, Harry memojokkan Draco di sebuah toilet dan bertarung dengannya di sana.
Harry menggunakan mantera Sectumsempra, yang pernah dibacanya di
buku milik Pangeran Berdarah-Campuran. Mantera itu dengan hebat melukai dan
membahayakan jiwa Draco. Snape tiba dengan segera, terbawa oleh Sumpah Tak
Terlanggarnya, dan menyembuhkan Draco sementara Harry pergi tergesa-gesa. Ginny
meyakinkan Harry untuk menyembunyikan buku itu di Kamar Kebutuhan untuk
menghindarkan dirinya dari menggunakan buku itu lagi. Di Kamar itu, mereka
menemukan Lemari Penghilang, yang sedang diusahakan perbaikannya oleh Draco,
namun baik Harry maupun Ginny sama sekali tidak menyadari mengenainya. Ginny
menyembunyikan buku itu dan kemudian berciuman dengan Harry.
Dumbledore
mengajak Harry untuk membantunya menemukan salah satu Horcrux lainnya, di
sebuah tempat yang baru diketahuinya. Keduanya ber-apparate ke
sebuah tebing tepi laut, dan masuk ke sebuah gua tempat Horcrux itu
disembunyikan. Di tengah-tengah danau di dalam gua itu terdapat sebuah pulau
kristal kecil, dan mereka menemukan sebuah ceruk berisi cairan beracun yang di
dasarnya terdapat Horcrux itu. Untuk dapat mengambil Horcruxnya, cairan itu
harus diminum. Dumbledore menyuruh Harry untuk memaksa dirinya tetap minum
cairan beracun itu, karena ia mengetahui bahwa cairan itu dapat mengubah
pikiran. Dumbledore menghabiskan cairan beracun itu dengan dibantu-paksa
diminumkan oleh Harry. Setelah habis, sementara Dumbledore memulihkan diri dari
cairan itu, Harry meraih Horcrux yang berbentuk kalung liontin potret. Saat
itu, sangat banyak Inferi (mayat hidup) bergerak dari dasar danau dan
menyerang mereka. Dumbledore berhasil kembali ke kesadarannya tepat pada
waktunya dan membakar semua Inferi itu, lalu keduanya ber-apparate kembali ke
Menara Astronomi di Hogwarts.
Dumbledore,
yang masih lemah akibat minum cairan beracun itu, menyuruh Harry untuk
memanggilkan Snape. Namun sebelum Harry sempat pergi, terdengar langkah-langkah
kaki dan Dumbledore menyuruh Harry untuk bersembunyi di sisi bawah tingkap
Menara itu. Suara langkah kaki itu ternyata adalah Draco, yang bersiap untuk
membunuh Dumbledore atas perintah Voldemort, tetapi—dari dalam dirinya—ia tidak
dapat melakukannya. Sementara itu, Lemari Penghilang telah berhasil diperbaiki
sehingga Bellatrix dan para Pelahap Maut lainnya berhasil memasuki Hogwarts
melalui Lemari pasangannya di toko Borgin and Burkes, dan menggabungkan diri
dengan Draco di Menara berhadapan dengan Dumbledore. Snape secara diam-diam
datang melalui tingkap bawah tempat Harry bersembunyi, memberi isyarat agar
Harry tetap diam, lalu naik ke atas dan bergabung dengan Pelahap Maut lainnya.
Snape lalu melontarkan kutukan Avada Kedavra terhadap Dumbledore yang
langsung membunuhnya. Kutukan itu menghantam Dumbledore dan melempar tubuh
Dumbledore jatuh ke bawah dari sisi Menara. Snape, Draco, dan Pelahap Maut
lainnya meninggalkan sekolah, Bellatrix melontarkan lambang Pelahap Maut ke
atas sekolah, lalu menghancurkan Aula Besar, dan membakar pondok Hagrid sambil
tertawa riang.
Harry
berusaha untuk menghentikan mereka, dan menyerang Snape menggunakan
mantera Sectumsempra. Namun Snape menangkis mantera itu dan
berhasil menjatuhkan Harry. Sebelum pergi, Snape mengatakan bahwa dialah
pencipta mantera Sectumsempra dan bahwa dialah 'Pangeran
Berdarah-Campuran' itu.
Para
staf guru dan murid-murid Hogwarts berkabung atas kematian Dumbledore dan Ginny
menghibur Harry atas kejadian itu. Ketika ditanya, Harry sama sekali menolak
untuk mengatakan kepada Profesor McGonagall mengenai apa yang dilakukannya
bersama Dumbledore.
Belakangan,
Harry mengungkapkan kepada Ron dan Hermione bahwa Horcrux yang ditemukannya
bersama Dumbledore itu adalah palsu, berisikan sebuah pesan dari
"R.A.B." yang menyatakan bahwa R.A.B. ini telah mengambil Horcrux itu
dan berharap agar Voldemort tidak lagi dapat hidup abadi. Harry memberi tahu
kedua rekannya bahwa ia tidak akan kembali ke sekolah pada tahun yang akan
datang, dan sebaliknya akan mencari R.A.B. dan Horcrux-Horcrux lainnya supaya
Voldemort pada akhirnya dapat dibinasakan. Ron dan Hermione mengingatkan Harry
bahwa mereka adalah sahabat-sahabatnya dan mereka akan turut pergi bersama
Harry dalam misinya itu.
Film
ini diakhiri dengan ketiga sahabat itu melihat Fawkes, burung Phoenix milik
Dumbledore, terbang menjauh dari batas sekolah Hogwarts.
Harry Potter and the Order of the Phoenix
Tidak
banyak penyihir yang percaya (atau mau percaya) bahwa Voldermort telah kembali,
termasuk Kementerian Sihir. Harry dan Dumbledore dianggap menyebar kabar bohong
dan dianggap terganggu jiwanya. Meskipun demikian, masih banyak orang yang
percaya pada Dumbledore, dan mereka inilah yang tergabung dalam Orde Phoenix.
Namun karena situasi belum memungkinkan, mereka bergerak secara diam-diam untuk
menghindari kecurigaan dari Kementerian. Mereka menggunakan kediaman Sirius,
Grimmauld Place nomer 12 sebagai Markas Besar, sehingga Sirius tidak lagi dalam
pelarian (tapi tetap bersembunyi karena pihak kementrian masih mencarinya).
Sementara
itu, Harry yang diawasi siang-malam (tanpa sepengetahuannya) oleh anggota Orde,
semakin sering mengalami sakit pada bekas lukanya. Emosinya sering tak
terkendali. Pada suatu malam ia dikejutkan dengan hadirnya dementor di Privet
Drive, yang hendak menyerang dirinya dan Dudley. Untunglah ia berhasil
menghasilkan patronus untuk melawan mereka. Namun akibat dari hal ini, dia
nyaris diusir oleh pamannya (karena dikira menyerang Dudley), menghadapi
persidangan di Kementerian Sihir dan terancam dikeluarkan dari Hogwarts.
Di
persidangan tak seorangpun percaya bahwa ada Dementor berkeliaran di daerah
Muggle. Tapi ketika Dumbledore mengatakan bahwa Kementerian tidak punya hak
untuk mencampuri urusan sekolah, termasuk dalam hal ini mengeluarkan seorang
murid, Harry pun bebas dari segala tuduhan.
Namun
mimpi buruk Harry masih berlanjut. Untuk pertama kalinya dalam 5 tahun, Harry
diajar oleh seorang guru Pertahanan Terhadap Ilmu Hitam yang berasal dari
Kementerian Sihir, Dolores Umbridge. Harry berulang kali mendapat detensi
karena mengatakan bahwa Voldermort telah kembali. Harry dan seluruh murid kelas
5 akan menjalani ujian OWL, dimana mereka sudah harus berpikir pelajaran apa
saja yang akan (dan mau) menerima mereka di kelas 6, serta tentang karier apa
yang mereka minati selepas sekolah. Di tengah tekanan Umbridge dan segala
dekritnya, Harry, atas dukungan penuh dari Ron dan Hermione, memimpin
sekelompok anak untuk mempraktekkan pertahanan terhadap ilmu hitam dalam sebuah
kelompok yang mereka namai Laskar Dumbledore (LD). LD beranggotakan cukup
banyak anak, selain Ron, Hermione, Ginny, Neville, Luna Lovegood, Fred &
George, Cho Chang, dan beberapa anak dari asrama lain yang kelihatannya lebih
ingin tahu apakah benar pikiran Harry terganggu seperti yang diberitakan
koran-koran, atau ingin tahu cerita yang sebenarnya tentang kematian Cedric dan
kembalinya Voldermort.
Penglihatan
yang dialami Harry akhirnya sampai pada kesimpulan bahwa dia dan Voldermort,
entah bagaimana, saling terhubung. Harry merasakan amarah dan kesenangan
Voldermort. Suatu saat hal ini menguntungkan, karena menyelamatkan Arthur
Weasley dari maut. Tapi Dumbledore kemudian menugaskan Snape untuk mengajari
Occlumency, untuk menutup pikirannya dari Voldermort. Harry dan Snape yang
sama-sama tidak senang dengan hal ini, tetap melakukannya, sampai suatu saat
Harry memasuki Pensieve Snape dan mendapati alasan mengapa ia begitu membenci
ayahnya dan Sirius. Snape sangat sangat marah ketika memergoki Harry dan
menolak untuk mengajarinya sejak saat itu.
Hagrid
yang baru saja kembali setelah sekian lama pergi, ternyata membawa serta Grawp,
adiknya yang raksasa asli. Ia dan Madame Maxime sebenarnya ditugasi Dumbledore
untuk mendekati para raksasa agar tidak bergabung dengan Voldermort. Tapi tidak
berhasil, karena ternyata para Pelahap Maut telah mendekati mereka terlebih
dahulu. Ketika pulang, Hagrid membawa Grawp (karena ibu mereka telah meninggal)
yang bertubuh mungil (untuk ukuran raksasa).
Klimaks
dari seri ke-5 ini adalah pertempuran di Kementerian Sihir. Harry dipancing
untuk pergi ke Kementerian Sihir, di mana ternyata di sana sudah menunggu para
Pelahap Maut. Mereka menjebak Harry untuk mengambil Ramalan di Departemen
Misteri. Ramalan tentang dirinya dan Voldermort. Harry, Ron, Hermione, Luna dan
Neville berusaha menyelamatkan diri dari serangan para Pelahap Maut, ketika
sejumlah anggota Orde Phoenix datang membantu. Terjadilah pertempuran sengit,
dimana akhirnya Sirius terbunuh.
Di
akhir cerita Dumbledore memberitahu Harry tentang Ramalan tersebut, yang
ternyata dibuat oleh Professor Trelawney, bahwa untuk bertahan hidup, ia dan
Voldermort harus saling membunuh, karena yang satu tidak bisa bertahan bila
yang satu tetap hidup.
Harry Potter and the Goblet of Fire
Harry,
Hermione dan Keluarga Weasley pergi untuk menonton final Piala Dunia Quidditch
ketika malamnya terjadi kekacauan di perkemahan. Para Pelahap Maut yang
mengenakan topeng muncul dan membakari tenda-tenda. Harry yang terpisah dari
teman-temannya dan sempat pingsan, sempat melihat sesosok bayangan menggumamkan
sesuatu dan mengirimkan Tanda Kegelapan ke angkasa, tapi ketika Ron
dan Hermione tiba, orang tersebut telah pergi. Mereka nyaris dituduh sebagai
orang yang melepaskan Tanda Kegelapan tersebut.
Ketika
kembali ke Hogwarts, mereka dikejutkan dengan berita bahwa Hogwarts menjadi
tuan rumah untuk penyelenggaraan Turnamen Triwizard, sebuah turnamen yang
diadakan untuk mempererat persaudaraaan antar Sekolah Sihir. Dua sekolah lain
yang mengikuti turnamen ini adalah Akademi Sihir Beauxbatons pimpinan Madame
Maxime dan Institut Durmstrang yang dipimpin oleh Igor karkaroff. Setiap
sekolah akan diwakili oleh satu juara sekolah, yang akan dipilih setelah
memasukkan nama mereka ke dalam Piala Api.
Piala
Api telah memuntahkan 3 nama untuk 3 sekolah, yaitu Fleur
Delacour dari Beauxbatons, Viktor Krum dari Durmstrang,
dan Cedric Diggory dari Hogwarts ketika semua orang mengira seleksi
telah berakhir. Namun ternyata Piala Api kembali memuntahkan satu
nama, Harry Potter. Semua orang mengira Harry (yang masih di bawah umur
untuk mengikuti turnamen tersebut) berhasil mengelabuhi Piala Tersebut
ketika Mad-Eye Moody, guru Pertahanan Terhadap Ilmu Hitam Hogwarts tahun
ini, menepiskan anggapan mereka, dan mengatakan bahwa dibutuhkan sihir yang
sangat kuat untuk merekayasa Piala Api. Meski kedua sekolah lain mengajukan
protes, akhirnya Harry ditetapkan sebagai salah satu juara.
Berbagai
tanggapan diperoleh Harry dari orang-orang terdekatnya. Ron, sahabatnya selama
ini, agak cemburu dengan tampilnya Harry sebagai juara, dan mereka sempat tidak
berbicara satu sama lain. Hermione percaya bahwa bukan Harry yang memasukkan
namanya ke dalam Piala Api. Sirius yang masih dalam pelarian memperingatkan
Harry untuk berhati-hati karena peserta turnamen sangat rentan terhadap
kecelakaan. Di tugas pertama, keempat juara diperintahkan untuk mengambil telur
emas dari seekor naga, di mana di dalam telur tersebut berisi petunjuk untuk
tugas kedua. Harry (dan ketiga juara lain-meskipun tidak diperlihatkan dalam
film) berhasil mengambil telur emas tersebut dan lolos dari serangan naga.
Di
hari Natal, diadakan Pesta Dansa, dimana para juara diwajibkan memiliki
pasangan karena mereka akan melakukan dansa pembukaan. Harry yang mengincar
seeker Ravenclaw yang cantik, Cho Chang, ternyata kalah cepat dari Cedric
Diggory. Akhirnya Harry ke pesta tersebut berpasangan dengan Parvati Patil, Ron
dengan Padma Patil, dan Hermione (yang mengejutkan semua orang) berpasangan
dengan Victor Krum, seeker nasional Bulgaria, sang juara Durmstrang.
Tugas
kedua adalah menyelamatkan sandera di bawah laut. Sandera Harry adalah Ron,
sandera Krum adalah Hermione, sandera Cedric adalah Cho Chang, dan sandera Fleur
adalah adiknya, Gabrielle. Fleur tidak bisa menyelamatkan adiknya akibat
serangan Grindylow. Harry yang mengira tugas ini betul-betul serius memaksakan
dirinya membebaskan Ron dan Gabrielle sekaligus, sehingga ia dipermaklumkan
menjadi juara kedua karena 'akhlak yang baik'.
Setelah
tugas kedua, Harry menemukan mayat Barty Crouch, wakil dari Kementrian Sihir
untuk Turnamen Triwizard, dan bergegas mendatangi kantor Dumbledore untuk
melaporkannya. Sesampainya di sana, Harry diminta untuk menunggu di kantor Dumbledore,
dan saat itulah Harry masuk ke dalamPensieve, membawa Harry ke dalam
ingatan Dumbledore bertahun-tahun yang lalu, ketika Kementrian mengadili putra
Barty Crouch dengan tuduhan sebagai Pelahap Maut.
Tugas
ketiga adalah sebuah labirin, yang telah diberi berbagai rintangan. Piala Api
terletak di tengah labirin tersebut. Siapa yang terlebih dahulu menemukan Piala
tersebut, dialah yang tampil sebagai juara Turnamen Triwizard. Cedric dan Harry
masuk terlebih dahulu, diikuti Krum, dan terakhir Fleur. Dalam tugas ini,
ternyata Krum telah berada di bawah Kutukan Imperius, dan ia menyerang siapa
saja yang ditemuinya. Ia menyerang Fleur. Cedric dan Harry juga diserangnya,
dan ketika mereka tengah menghindari kejaran Krum, mereka telah melihat jalan
menuju Piala Api. Cedric terhambat karena belitan tanaman. Sejenak Harry ragu,
tapi ia kembali ke Cedric dan membantunya melepaskan diri. Mereka pun sepakat
untuk menjadi juara bersama. Ketika mereka menyentuh Piala Api tersebut
bersamaan, Harry sadar bahwa Piala tersebut adalah portkey. Sebelum sadar dimana mereka berada, Cedric dibunuh
oleh Peter Pettigrew. Ia juga memantrai sebuah patung untuk menawan Harry.
Mulailah ritual pembangkitan Voldermort. Dengan kengerian luar biasa Harry
menyaksikan Voldermort hidup kembali dan segera bereunifikasi dengan para
Pelahap Mautnya yang segera ber-Apparate satu persatu di sisinya. Harry
menyaksikan satu persatu mereka membuka topengnya, dan melihat bahwa Lucius
Malfoy ada di antara mereka. Voldermort bermaksud membunuh Harry dengan cara
duel. Namun ketika tongkat mereka bertemu, terjadilah efek yang sangat langka,
yang disebut sebagai Priori Incantatem. Tongkat Voldermort mengeluarkan
bayangan orang-orang yang pernah dibunuhnya, termasuk orang tua Harry. Ayah dan
Ibu Harry menyuruhnya untuk kembali ke Piala agar dapat kembali ke sekolah.
Maka Harry, sambil menyeret tubuh Cedric, kembali menyentuh Piala yang
membawanya kembali ke Hogwarts.
Para
penonton yang mengira mereka telah mendapatkan Piala bersorak kegirangan,
sebelum kemudian berganti dengan jeritan histeris ketika sadar bahwa Cedric
Diggory telah menjadi mayat. Harry yang tengah kalut dibawa oleh Moody kembali
ke kastil. Dan beberapa saat kemudian terkuaklah rahasia, bahwa ternyata selama
ini dia adalah Barty Crouch Jr, yang ditugasi untuk membawa Harry di malam
Voldermort bangkit kembali.
Harry Potter and the Prisoner of Azkaban
Setelah
marah dengan Bibi Marge dan secara tidak sengaja menyebabkan dia mengembang
secara ajaib, Harry Potter melarikan diri dari keluarga Dursley. Harry
mengambil Bus Ksatria ke The Leaky Cauldron, di mana ia bertemu Cornelius
Fudge, Menteri Sihir. Fudge memberi tahu Harry bahwa Bibi Marge telah
dikempiskan dan bahwa ia tidak akan dihukum. Kementerian Sihir hanya peduli
tentang keselamatan Harry karena melarikan diri dari pembunuh-massa Sirius
Black dari penjara sihir Azkaban. Black adalah teman baik dari keluarga dan
wali Harry Potter, tapi mengkhianati keluarga kepada Lord Voldemort yang jahat.
Voldemort membunuh orangtua Harry, tetapi, ketika ia mencoba untuk membunuh
Harry, misterius menghilang. Setelah itu, Black membunuh teman mereka Peter
Pettigrew bersama dengan 12 pengamat muggle.
Harry
dan teman-temannya Ron Weasley dan Hermione Granger kembali ke Hogwarts Sekolah
Sihir dan menemukan keamanan telah diperketat karena Black melarikan diri.
Alasan sekarang dijaga oleh Dementor, gelap, makhluk jahat yang mengeringkan
kebahagiaan orang terdekat dan penjaga penjara Azkaban. Mereka juga menyebabkan
Harry pingsan. Remus Lupin, guru baru Pertahanan Terhadap Ilmu Hitam
memberitahu Harry dia lebih rentan terhadap dementor karena dia telah melihat
kengerian yang tulus di masa lalunya. Lupin setuju untuk mengajari Harry Mantra
Patronus, sebuah perisai melawan Dementor.
Harry
tertekan untuk belajar ia tidak akan diizinkan untuk mengunjungi Hogsmeade,
desa setempat kebanyakan siswa diperbolehkan untuk mengunjungi di akhir pekan.
Ia juga marah dengan Draco Malfoy untuk menghancurkan pelajaran pertama Hagrid
sebagai guru Pemeliharaan Satwa Gaib. Malfoy sengaja membiarkan dirinya
diserang oleh Buckbeak, Hippogriff kesayangan Hagrid, dan ayahnya memastikan
bahwa Buckbeak yang dihukum akan dieksekusi pada akhir tahun sekolah. Sepanjang
tahun, Hermione menggunakan Time-Turner untuk bepergian dalam waktu dan
menghadiri kelas-kelas yang diadakan pada saat yang sama. Black berhasil masuk
ke Hogwarts dua kali, tetapi tidak dapat mencapai Harry. Fred dan George
Weasley menunjukkan jalan rahasia ke Hogsmeade dan memberinya Peta Perampok
kepada Harry.
Selama
satu kunjungan ke desa Hogsmeade, Harry hampir tertangkap saat Ron menemukan
bahwa Scabbers, tikus Ron, telah menghilang. Ron yakin ia telah dimakan oleh
Crookshanks, kucing Hermione, yang menyebabkan perselisihan antara dirinya dan
Hermione. Hermione kemudian menemukan Scabbers di gubuk Hagrid ketika mereka
bertiga mengunjunginya sebelum eksekusi Buckbeak. Dalam perjalanan mereka
kembali dari pondok, tiba-tiba Ron diserang oleh anjing hitam besar dan diseret
ke dalam lorong di bawah pohon ajaib, Dedalu Perkasa.
Harry
dan Hermione mengikuti mereka dan menemukan dirinya dalam satu tahun, naik
keatas gubuk dikenal sebagai Shrieking Shack. Mereka juga menemukan bahwa
anjing merupakan animagus Sirius Black. Harry mencoba untuk menyerang Black
ketika Lupin tiba. Hermione menghadapkan Lupin tentang kebiasaan dia telah
diamati selama kelas dengan dia dan Lupin mengakui menjadi manusia serigala.
Lupin menjelaskan bahwa dia, Black, Pettigrew, dan James Potter, ayah Harry,
adalah teman baik dan menyebut diri mereka sebagai "Marauders". Untuk
membuat transformasi Lupin lebih menyenangkan, teman-temannya semua menjadi
Animagi, manusia yang bisa berubah menjadi binatang. Para Marauders tetap
berteman setelah tumbuh dewasa, dan ketika mereka menentang Voldemort yang
mengejar Potter, Black menjadi Penjaga Rahasia mereka. Namun, Black kemudian
mengungkapkan bahwa dia diam-diam beralih tugas dengan Pettigrew untuk melayani
sebagai umpan. Black menyadari Pettigrew adalah pengkhianat dan, daripada dibunuh
oleh Black, Pettigrew menjadi Scabbers.
Lupin
dan Sirius berupaya untuk mengungkapkan diri Pettigrew, dan Pettigrew mengubah
dari Scabbers dan kembali ke bentuk manusia. Dia mengakui bahwa ia mengkhianati
orangtua Harry, tetapi Harry menghentikan Black dan Lupin menyerangnya.
Sebaliknya, Harry membujuk mereka untuk mengambil Pettigrew kembali ke kastil
Hogwarts untuk membersihkan nama Sirius. Namun, ketika mereka dan mereka
kembali ke kastil, bulan purnama muncul dan Lupin bertransformasi menjadi manusia
serigala. Pettigrew lolos sementara para Dementor datang dan menyerang Harry
dan Sirius. Mereka selamat di menit terakhir oleh Patronus yang Harry percaya
itu dilakukan oleh ayahnya.
Harry
terbangun di dalam kastil dan mengetahui bahwa Black telah ditangkap. Untuk
menyelamatkannya, Harry dan Hermione menggunakan Time-Turner (Pembalik Waktu)
untuk perjalanan kembali ke waktu lampau dan mencegah penangkapannya. Harry dan
Hermione menyelamatkan Buckbeak dan kembali melihat adegan malam, sampai mereka
melihat Dementor menyerang Harry dan Sirius. Harry bertekad untuk melihat siapa
yang mengirimkan Patronus, hanya untuk menyadari bahwa itu adalah dirinya
sendiri. Harry menyelamatkan Sirius dan melarikan diri dengan Buckbeak. Lupin,
yang diketahui sebagai manusia serigala, mengundurkan diri. Harry khawatir
bahwa Pettigrew dapat membantu Voldemort untuk kembali, tapi Dumbledore
mengatakan mungkin Harry harus bersyukur bahwa ia telah membantu menyelamatkan
nyawa Pettigrew.
Harry Potter and the Chamber of Secrets
Harry Potter sudah tidak sabar
lagi kembali bersekolah di Hogwarts. Dia sudah tidak tahan lagi melewati
liburan musim panas bersama keluarga Dursley yang menyebalkan. Akan tetapi,
tiba-tiba muncul makhluk aneh bernama Dobby. Dobby adalah sejenis peri rumah
yang menghamba pada suatu tuan rumah.
Dobby melarang Harry Potter untuk kembali ke Hogwarts. Dia beralasan bahwa akan terjadi malapetaka yang dapat mengancam keselamatan Harry Potter di Hogwarts. Namun himbauan Dobby, tidak dihiraukan oleh Harry. Harry pun tetap kembali ke Sekolah Sihir Hogwarts itu.
Dobby melarang Harry Potter untuk kembali ke Hogwarts. Dia beralasan bahwa akan terjadi malapetaka yang dapat mengancam keselamatan Harry Potter di Hogwarts. Namun himbauan Dobby, tidak dihiraukan oleh Harry. Harry pun tetap kembali ke Sekolah Sihir Hogwarts itu.
Tanpa diduga oleh Harry, muncul beberapa keanehan-keanehan sebelum malapetaka itu benar-benar terjadi. Gerbang peron ¾ tidak bisa dilewatinya. Dia terpaksa pergi ke Hogwarts mengendarai mobil terbang bersama Ronald Weasley.
Keanehan-keanehan yang lain terjadi sampai pada akhirnya malapetaka itu datang. Ada seseorang yang mengubah siswa-siswa menjadi batu. Dari kejadian pertama yang terjadi, terungkaplah bahwa sang pewaris keturunan Salazar Slytherin telah kembali ke Hogwarts. Dia telah kembali dan membuka pintu Kamar Rahasia yang keberadaannya tidak diketahui seorang pun. Siapakah dia?
Harry dan kawan-kawannya curiga bahwa pelaku perbuatan itu adalah Draco Malfoy. Bagaimana tidak? Dia menganggap dirinya sendiri sebagai seorang yang paling pantas belajar sihir lantaran dia berdarah murni. Meskipun demikian, kecurigaan tentang siapa pelakunya juga mengarah ke Harry sendiri karena diketahui bahwa Harry adalah seorang parselmouth, orang yang bisa berbicara dengan bahasa ular.
Setelah melakukan pencarian informasi, dengan bantuan hantu toilet wanita, Myrtle Merana, Harry menemukan letak Kamar Rahasia yang tak lain berada di toilet tempat Myrtle Merana sering berada. Harry menemukan monster ular bernama Bacilis berada di dalamnya. Harry juga bertemu dengan jelmaan Lord Voldemort yang hadir dengan holkruknya.
Di tempat itu, terjadi pertempuran antara Harry dengan Bacilis. Dengan bantuan pedang Godric Gryfindor, Harry dapat mengalahkan monster itu. Harry yang sempat terluka karena gigitan beracun Bacilis dapat diselamatkan dengan tetesan air mata Burung Phoenix yang membawakan pedang Gryfindor untuknya. Sedangkan jelmaan Lord Voldemort, Tom Malfolo Riddle, hancur bersama horchuxnya, Harry Potter selamat dan dapat kembali bersekolah tanpa dihantui rasa takut akan Kamar Rahasia itu.
Subscribe to:
Posts (Atom)